TPST Bantargebang, Bekasi. Foto: KPNas
Kelima, bantuan pendidikan. DKI juga memberikan bantuan pendidikan untuk siswa berprestasi tingkat TK hingga SLTP di sekitar TPST Bantargebang. Program ini disebut Bandek Pendidikan. Tahun 2019 besarannya mencapai Rp 199 miliar. Bandek pendidikan jumlahnya meningkat tiap tahun.
Keenam, dana sosial keagamaan. Dana tersebut dikelola oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) tiap kelurahan. Bahkan, terbentuk Sekber LPM, punya gedung megah. Setiap tiga bulan sekali dana cair, dimana LPM mengelola uang miliaran rupiah.
Ketujuh, menyerap tenaga kerja. Ratusan warga sekitar bekerja di TPST Bantargebang sebagai pesapon, operator, sopir truk sampah, security, rumah tangga, dll dengan gaji lumayan besar.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, saya meminta kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerinta Kota Bekasi agar mengolah sampahnya secara serius dan professional dengan teknologi ramah lingkungan yang mampu mereduksi sampah 80-90%, menggunakan teknologi berkualitas tinggi, memperbaiki dan memulihkan lingkungan hidup, termasuk membuat buffer zone, menjaga kesehatan masyarakat, meningkatkan derajat dan martabat warga Bantargebang. Agar Bantargebang menjadi pusat studi, pusat riset dan ekowisata nasional dan dunia.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0