Persatuan Islam dan Kesusasteraan Islam

Joeang Elkamali
May 24, 2023

perjalanan panjang dakwah Persatuan Islam yang membentang hampir sembilan puluh delapan tahun dari awal berdiri sampai hari ini, para ulama Persatuan Islam tak pernah kehilangan daya serta upaya dalam rangka mengemban tugas dakwah menyebarkan Qur’an Sunnah ke seluruh penjuru Nusantara.

Hal ini ditandai pula dengan tersebarnya pimpinan wilayah di beberapa provinsi di luar Jawa Barat. Tak hanya jumlah pimpinan yang bertambah. Ragam khazanah intelektual khususnya dalam bidang tulis menulis pun menambah semarak dakwah Persatuan Islam di pentas republik. Hampir setiap bidang dakwah dan pendidikan dilakoni oleh ulama Persatuan Islam mulai dari bidang hukum, politik, sosial, pendidikan, dakwah, dan sebagainya.

Hal ini ditandai dengan hadirnya beragam khazanah intelektual baik yang ditulis di media massa maupun dalam buku-buku. Seperti tulisan-tulisan A Hassan, Isa Anshary, M Natsir, E Abdurrahman sampai generasi mutakhirnya. Tak hanya dalam bidang-bidang di atas saja, kepiawaian berdakwah para ulama Persatuan Islam hadir. Dalam bidang budaya pun terkhusus sastra, mereka cukup piawai dalam berdakwah Qur’an Sunnah.

Kurang lebih ada sekitar 21 karya tulis dalam bidang sastra yang disusun para alim ulama Persatuan Islam dengan catatan ada sekitar 9 buku puisi, 10 buku prosa, 1 naskah drama, dan 1 teori sastra. Jumlah ini belum termasuk sejumlah tulisan yang tersebar di majalah-majalah resmi jam’iyyah Persatuan Islam atau yang dikelola oleh kader dimulai dari majalah Pembela Islam, Risalah, Qudwah dan Dhuha.

Jika dirinci berdasarkan para penulisnya, maka nama A Hassan bisa ditulis sebagai penulis karya sastra terbanyak sebanyak enam judul yang terdiri dari Hai Puteraku[1] sebanyak empat jilid, lalu Syair


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Related Post

Post a Comment

Comments 0