Hal ini ditandai pula dengan tersebarnya pimpinan wilayah di beberapa provinsi di luar Jawa Barat. Tak hanya jumlah pimpinan yang bertambah. Ragam khazanah intelektual khususnya dalam bidang tulis menulis pun menambah semarak dakwah Persatuan Islam di pentas republik. Hampir setiap bidang dakwah dan pendidikan dilakoni oleh ulama Persatuan Islam mulai dari bidang hukum, politik, sosial, pendidikan, dakwah, dan sebagainya.
Hal ini ditandai dengan hadirnya beragam khazanah intelektual baik yang ditulis di media massa maupun dalam buku-buku. Seperti tulisan-tulisan A Hassan, Isa Anshary, M Natsir, E Abdurrahman sampai generasi mutakhirnya. Tak hanya dalam bidang-bidang di atas saja, kepiawaian berdakwah para ulama Persatuan Islam hadir. Dalam bidang budaya pun terkhusus sastra, mereka cukup piawai dalam berdakwah Qur’an Sunnah.
Kurang lebih ada sekitar 21 karya tulis dalam bidang sastra yang disusun para alim ulama Persatuan Islam dengan catatan ada sekitar 9 buku puisi, 10 buku prosa, 1 naskah drama, dan 1 teori sastra. Jumlah ini belum termasuk sejumlah tulisan yang tersebar di majalah-majalah resmi jam’iyyah Persatuan Islam atau yang dikelola oleh kader dimulai dari majalah Pembela Islam, Risalah, Qudwah dan Dhuha.
Jika dirinci berdasarkan para penulisnya, maka nama A Hassan bisa ditulis sebagai penulis karya sastra terbanyak sebanyak enam judul yang terdiri dari Hai Puteraku[1] sebanyak empat jilid, lalu Syair
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0