Persatuan Islam dan Kesusasteraan Islam

Joeang Elkamali
May 24, 2023

melalui media masa seperti majalah. Persis juga memanfaatkan media penerbitan buku-buku para ulama Persis yang terkenal produktif di masa itu seperti A. Hassan dengan hampir 83 bukunya dimana beberapa bukunya termasuk yang sangat dikenal bahkan masih dijadikan rujukan umat sampai hari ini seperti Soal Djawab jilid 1-4, Pengajaran Shalat, Tafsir Al-Furqan, Islam dan Kebangsaan, ABC Politik, Perempuan di Podium serta karya-karya lainnya.

Bahkan A. Hassan tercatat pernah menerbitkan satu kumpulan puisi yang berjudul Syair serta 4 jilid buku humor yang dijudulinya Tertawa. Ulama Persis lainnya yang terkenal produktif pada masa itu selain A. Hassan adalah Mohammad Natsir yang aktif menulis artikel-artikel juga beberapa buku diantaranya Capita Selecta sebanyak tiga jilid. Fiqih Dakwah, dan Kebudayaan Islam.

Ada pula Isa Anshary yang tercatat menulis tulisan sebanyak 63 buku diantaranya ada Mujahid Dakwah, Falsafah Perdjuangan Islam, Umat Islam Menghadapi Pemilihan Umum, Manifesto Perjuangan Persis, Bahaja Merah di Indonesia, dan lain-lain.

Sastra dan Dakwah Islam di Indonesia

Sastra merupakan kata serapan dari bahasa Sansekerta yang bermakna teks yang mengandung instruksi atau ajaran. Dalam bahasa Indonesia kata sastra sering digunakan atau diejawantahkan menjadi kesusastraan yang memiliki makna jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu. Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini, sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.

Kehadiran sastra di Indonesia sudah tampak sejak abad ke 19 ditandai dengan hadirnya sastra berbahasa Melayu yang ditulis oleh orang-orang yang berasal dari kepulauan Riau atau Sumatera. Juga bahasa yang


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Related Post

Post a Comment

Comments 0