Mendongkrak Pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Timur

Ichsan Sundawani
Sep 17, 2023

Fransiscus Go. Foto: Ist

dalam meningkatkan kualitas pendidikan. 

Persoalan pendidikan semakin runyam dengan adanya kurikulum yang selalu berganti. Perubahan kurikulum kerap terjadi bersama dengan bergantinya menteri pendidikan. Ada istilah, ganti menteri ganti kurikulum. Akibatnya, guru seringkali  tidak cukup siap menghadapi kurikulum yang sering berubah. Proses pembelajaran menjadi tidak optimal dan kehilangan arah. 

Persoalan lain yang dihadapi dunia pendidikan, adalah akses pendidikan yang masih terbatas. Kondisi ini membuat banyak anak Indonesia yang belum mendapat akses pendidikan yang layak.  Pendidikan yang  belum merata tersebut dirasakan oleh mereka yang tinggal di daerah pelosok, terpencil dan pedalaman. 

Ketimpangan pendidikan antara perkotaan dan pedesaan masih terjadi. Umumnya, kualitas pendidikan di perkotaan lebih baik dari pada di pedesaan. Akibatnya, anak di pedesaan terutama dari keluarga miskin seringkali mengalami kesulitan dalam mengakses pendidikan yang berkualitas. 

Minimnya infrastruktur pendidikan  dan tidak adanya fasilitas yang cukup untuk menunjang proses pembelajaran juga menambah faktor penyebab rendahnya pendidikan di Indonesia. Belum lagi ditambah akses sekolah yang sulit, membuat anak-anak di daerah pedalaman  terpaksa harus putus sekolah.

Kondisi Pendidikan di NTT 

Kondisi tersebut diatas, terjadi di sejumlah daerah. Salah satunya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Terlebih, NTT merupakan salah satu provinsi dengan mutu pendidikan terendah di Indonesia. Data di Badan Pusat Statistik (BPS) NTT menunjukan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang  salah satu indikatornya terkait pendidikan, NTT berada di urutan ke 32 dari total 34 provinsi. Dengan angka 63,13 IPM, NTT  terpaut cukup jauh dibawah angka rata-rata nasional sebesar 70,18. NTT hanya bisa mengguli Provinsi Papua dan Papua Barat.

Di NTT khususnya di pedalaman, masih banyak pendidikan yang diselenggarakan ala kadarnya 


1 2 3 4 5 6 7

Related Post

Post a Comment

Comments 0