Helvy Tiana Rossa, Asma Nadia, hingga Habiburrahman El-Shirazy. Perkembangan sejarah kesuastraan ini paling tidak menjadi bukti bahwa kehadiran karya sastra di tengah-tengah masyarakat Indonesia dipandang mampu dan cukup untuk menjadi media edukasi untuk generasi penerus bangsa terlebih dakwah Islam yang adiluhung melalui karya seni khususnya sastra yang dibingkai dengan rangkaian puisi, prosa, naskah drama hingga essai-essai sastra yang akan terus dan terus bertumbuh melewati ragam masa dan ragam generasi. Hingga layaklah kehadiran karya-karya sastra ini dipandang sebagai hadiah dari Allah untuk Indonesia sebagaimana tuturan Taufiq Ismail atas apresiasi kehadiran salah satu komunitas sastra terbesar di republik ini yakni FLP atau Forum Lingkar Pena.***
Comments 0