GENEALOGI SASTRA INDONESIA

Joeang Elkamali
May 16, 2023

dalam bentuk hikayat-hikayat, syair-syair, pantun-pantun, dan karya sastra lain yang indah-indah dan usianya sudah berabad-abad. Seperti Hikayat si Miskin, HIkayat Malim Dewa, Hikayat Indra Bangsawan, Hikayat Amir Hamzah, Syair Bidasari, Syair Ken Tambuhan dan Sejarah Melayu. Pengarang-pengarangnya pun tidak sedikit, terutama berasal dari lingkungan ulama dan kesultanan di kepulauan Riau.

Diantara yang paling termasyhur adalah Raja Ali Haji, Nuruddin Ar-Raniri, Tun Sri Lanang, Hamzah Fansuri, dan Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi. Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi terkenal dengan usahanya dalam memperbaharui atau mereformasi sastra Melayu. Yang dikisahkannya bukan lagi fantasi tentang raja-raja dan puteri-puteri cantik, melainkan kehidupan sehari-hari. Ia hidup pada paruh pertama abad ke 19 dan menghasilkan karya-karya yang sekarang telah menjadi klasik seperti Syair Singapura Terbakar (1830), Kisah Pelayaran Abdullah dari Singapura ke Kelantan (1838), Hikayat Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi (1849), dan Kisah Pelayaran Abdullah ke Negeri Jiddah (1854). Dan setelah kewafatannya, barulah gema pembaharuan kesuastraan Melayu itu bergema.

Selain kesusastraan Melayu, di kepulauan Nusantara ini pun lahir kesusastraan lain seperti kesusastraan Jawa, Sunda, Bali, Aceh, dan lain-lain yang merupakan kesusastraan nan kaya dan usianya sudah tua serta berabad-abad.

Dalam khazanah kesuastraan Jawa misalnya, kita dapat melihat bagaimana pengaruhnya yang nampak pada kesusastraan-kesusastraan lain di kepulauan Asia Tenggara seperti cerita Panji yang memiliki pengaruh cukup luas sampai di Campa, Melayu, dan Filipina (Tagalog). Selain itu Epos Mahabharata dan Ramayana dari India menemukan buah subur dalam sastra Jawa. Versi Jawa dari Bharatayuddha diakui para ahli akan keindahannya. Demikian pula cerita-cerita lain yang berpangkal


1 2 3 4 5 6 7 8

Related Post

Post a Comment

Comments 0