Foto istimewa
Dalam sesi tanya jawab, Fitri, warga Jaksel mempertanyakan terkait dana pengadaan makanan bergizi untuk balita di Posyandu yang minim. Dirinya yang juga petugas posyandu di RW nya merasa betapa sulit dengan anggaran Rp 300 ribu harus memenuhi makan bergizi untuk 100 balita di posyandunya.
"Kalau bisa dana untuk makanan bergizi di posyandu dinaikan agar posyandu bisa memenuhi makanan bergizi bagi balita yang dipantau oleh posyandu" keluh Fitri.
Selain posyandu, Fitri juga menyampaikan persoalan masih minimnya pengetahuan warga dalam mencegah TB bagi balita. Padahal ini merupakan hal penting sebagai upaya preventif kesehatan dalam pencegahan TB bagi balita di DKI.
"Masih banyak orangtua yang tidak memeriksakan balitanya ketika dalam pencatatan di posyandu, anaknya tidak mengalami kenaikan berat badan selama 3 bulan. Dan masih banyak orangtua yang balitanya terkena TB beranggapan akibat tertular dari temannya sesama balita. Padahal banyak kasus justru lingkungan rumah dan orantua yang tidak menjalankan PHBS (pola hidup bersih dan sehat-red)" papar Fitri
Menanggapi hal tersebut, bang Ara menjelaskan bahwa persoalan sosialisasi yang tidak sampai ke warga menjadi persoalan yang akut dari tahun ke tahun. Dimana metodologi sosialisasi dan peran aktif petugas kesehtan di dinkes DKI belum optimal dalam melakukan sosialisasi kepada warga.
"Seharusnya petugas kesehatan di dinkes baik itu petugas puskesmas maupun RSUD ikut berperan serta aktif mensosialisasikan program jamkesjak kepada warga DKI yang ditemuinya. Apalagi program jamkesjak ini sangat banyak manfaatnya bagi warga DKI karena banyak pembiayaan kesehatan yang tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0