Potret Getir Kehidupan Warga di Tepi TPA Sumur Batu

Abdillah Balfast
May 01, 2025

potret TPA Sumur Batu

material tembok yang entah hilang kemana.

Musa menunjukkan foto di ponselnya yang diambil tahun 2018. "Ini foto yang saya masih simpan," katanya sambil memperlihatkan gambar lama di mana pagar pembatas masih berdiri kokoh dan gunung sampah ditutup dengan karpet—pemandangan yang jauh berbeda dari kondisi saat ini.

Menurut Musa, kejadian ambruknya tembok berawal ketika sebuah truk sampah tergelincir dan menimpa bagian tembok, dan menghancurkannya. Lama-kelamaan, kerusakan merambat hingga seluruh tembok hilang tanpa tersisa.

Akibat hilangnya tembok pembatas sungguh parah. Jalan warga yang dulunya ramai digunakan untuk kegiatan sehari-hari kini menyempit, hancur, dipenuhi sampah, dan tergenang air lindi. Bahkan saluran air yang baru saja diperbaiki ikut rusak, beralih fungsi menjadi "jalan tikus" bagi truk sampah menuju pintu tidak resmi TPA.

"Jalan yang tadinya untuk lalu lalang warga, sekarang sudah hilang, sudah terpakai jadi akses pembuangan sampah," keluh Musa dengan nada sedih.

Dia dan ketua RT setempat bukannya berdiam diri menghadapi situasi ini. Mereka telah berusaha mencari jalan keluar melalui cara yang benar, menyampaikan keluhan kepada petugas setempat hingga pihak kelurahan. Namun, jawaban yang diharapkan tak kunjung datang.

"Suara kami gak didengar," kata Musa, suaranya menyiratkan keputusasaan yang telah lama terpendam.

FJPL berupaya mendapatkan penjelasan lebih lengkap tentang jalan yang terbengkalai tersebut dengan menghubungi pihak Kelurahan Sumur Batu. 

Namun sayangnya, respons yang didapat ketika menghubungi via WhatsApp pada Senin (28/4/2025) kurang memuaskan. Salah satu staf kelurahan hanya menjawab singkat, "Bu Lurahnya lagi ada tugas di Bandung, dan untuk giat sampah itu ada di UPTD LH," tanpa menjelaskan lebih lanjut pihak yang dimaksud dari UPTD LH tersebut.

TPA Sumur Batu Harusnya Disegel

Carsa


1 2 3 4

Related Post

Post a Comment

Comments 0