Petugas terus mengevakuasi warga yang terdampak erupsi Gunung Ibu. Foto: BNPB
Direktur Infrastruktur Darurat BNPB, Andria Yuferryzal, menyatakan bahwa BNPB akan terus mendampingi pemerintah daerah dalam penanganan bencana ini. "Kami bersama pemerintah daerah menyiapkan tempat pengungsian serta logistik. Logistik akan didistribusikan berdasarkan kebutuhan yang diajukan oleh masing-masing pos pengungsian," ujar Andria.
Raditya Jati, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, mengungkapkan bahwa keberadaan pos komando sangat penting dalam penanganan darurat bencana. Pos Komando yang terletak di Kantor Bupati Halmahera Barat berfungsi sebagai pusat koordinasi bagi semua pihak yang terlibat.
"Posko ini menjadi kunci dalam operasi penanganan bencana. Di sini, seluruh pihak terkait menyatukan visi dan misi sebelum turun ke lapangan," jelas Raditya. Pos komando bertugas mengatur strategi dan evaluasi setiap harinya untuk memastikan penanganan bencana berjalan efektif.
Letusan Gunung Ibu Masih Terjadi, Warga Diminta Jauhi Zona Bahaya
Data dari Pos Pengamatan Gunung Api Ibu mencatatkan 54 kali letusan dari pukul 00.00 WIT hingga 18.00 WIT dengan kolom letusan yang bervariasi antara 400 hingga 1.500 meter. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap menjauhi radius 5 km dari puncak Gunung Ibu serta memperhatikan peringatan terkait perluasan sektoral yang mencapai 6 km ke arah bukaan kawah aktif.
Hingga kini, tim evakuasi dan penanganan darurat terus bekerja siang dan malam untuk memastikan keselamatan warga dan meminimalisir dampak dari aktivitas vulkanik Gunung Ibu.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0