Fransiscus Go, Foto: Ist
Sebagaimana masyhur terlontar, “kita belajar bukan untuk nilai atau sekolah semata, melainkan untuk hidup itu sendiri.” Jika pendidikan dipandang sebagai pendewasaan hidup, maka ia menjadi sesuatu yang menyenangkan dan asyik. Ketika disposisi batin sudah baik, maka pengetahuan akan mudah merasuk dan mendarahdaging sehingga pada gilirannya diwujudnyatakan dalam hidup sehari-hari di tempat kerja, dalam perihidup di masyarakat.
Wajah bangsa di bidang sosial, ekonomi dan politik serta kebudayaan dibentuk secara fondasional dan substansial oleh moda apa dan bagaimana pendidikan itu berlangsung.
Meratakan Pendidikan
Sekolah-sekolah dan universitas yang baik dan terkenal ada di pulau Jawa. Tanpa mendiskreditkan usaha dan kerja keras para pendidik di daerah, kenyataan bahwa pemerintah masih perlu berjuang untuk meningkatkan mutu pendidikan daerah merupakan fakta sosial di lapangan.
Tak bisa disangkal bahwa mengembangkan pendidikan daerah akan berurusan pula dengan prospek ekonomi dan finansial. Lugasnya, bagaimana mendirikan sekolah dan universitas yang bermutu di daerah yang de facto masih berjuang secara ekonomi? Tegangan abadi antara motif ekonomi dan upaya penyejahteraan sosial melalui pendidikan akan terus berlangsung dan membutuhkan dialektika yang tidak selalu mudah.
Namun demikian pemerintah tidak berkecil hati. Untuk mulai menaikkan mutu pendidikan daerah dari Indonesia Timur misalnya, tidak ada kata terlambat dan selalu bisa diperbaharui serta berawal dari hal-hal sederhana dengan pengoptimalan sumber-sumber yang ada di daerah terlebih dahulu.
Perjalannya mungkin panjang, mulai dari pengadaan sarana dan prasarana pendidikan, mentalitas pendidikan
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0