Sekarang ini sangat jelas Indonesia dan Lampung bagian dari pertemuan dan benturan peradaban dunia, yakni peradaban Barat (Amerika Serika dan Eropa), peradaban Timur Tengah (Islam), Peradaban Asia Selatan (Hindia), Peradaban Timur Jauh (Cina), dll. Sehingga penguasa tidak menahan kemajuan peradaban itu. Peradaban tersebut didukung oleh teknologi informasi sangat dasyiat, seperti energi nuklir, yang membuat lompatan-lompatan begitu cepat dan mendigital. Jadi, disebutnya kita menjadi bagian dari komunitas dunia.
Pemprov Lampung lebih asyik menggunakan pendekatan persuasif, humanis, partisipatif dan lebih banyak mengedukasi. Maka perlu menyediakan forum-forum dialog dengan warga, anak-anak muda, kaum perempuan, sering turun ke desa-desa/kampung (blusukan), interaksi tatap-muka atau kehadiran bersama (Co-presence) akan memberikan makna lebih dekat dan bermakna, dekat dengan rakyat, menyediakan berbagai saluran agar rakyat bisa berkomunikasi dengan pemimpinnya, menyediakan desk pengaduan masyarakat, dll.
Para pemberi inputs kebijakan sangat membantu kerja-kerja Pemprov Lampung, maka semua saluran harus dibuka dan akomodatif. Jangan sampai memotong atau menghilangkan suara-suara dari kelompok miskin, petani, nelayan, pedagang kecil, perempuan, pelajar, mahasiswa, guru, buruh, dll. Demi membenahi segala aspek pembangunan di Lampung bersama derasnya kamajuan peradaban dunia.***Â
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0