Masyarakat Aktif Timbulkan Perubahan Besar di Lampung

Peri Irawan
Apr 28, 2023

kuasaannya diruntuhkan dengan informasi buruk akan menyebabkan identitas dan kekuasaannya akan menjadi buruk. Merupakan bentuk delegitimasi kekuasaan.

Sekarang ini masyarakat Lampung menjadi aktif dengan segala problematikannya. Masyarakat aktif adalah masyarakat yang menguasai dunia sosial mereka. Dia sangat berbeda dengan masyarakat pasif dimana para anggotanya dikendalikan oleh kekuatan-kekuatan luar atau kekuatan aktif lainnya.

Menurut Amitai Etzioni dalam masyarakat aktif orang dapat mengubah hukum-hukum sosial. Di dunia yang demikian itu manusia adalah pencipta, dapat membentuk masyarakat untuk menanggulangi kebutuhan-kebutuhannya.

Para pengkritik, YouTuber atau lainnya bener-benar menguasai konteks sosialnya. Sebab lahir dan dibesarkan di wilayah Lampung. Sekolah dan setiap hari berjalan ke desa-desa atau kota/kabupaten lain di wilayah Lampung.

Setiap hari melihat infrastruktur jalan, drainase, jembatan, dll yang rusah, juga berbagai infrastruktur gedung mangkrak. Juga melakukan interaksi sosial dengan tetangga, komunitas, organisasi masyarakat lokal, dll. Maka muncul kepekaan dan rasa antara benci dengan para actor/pemimpin dengan cinta bagaimana caranya wilayah bisa berubah menjadi lebih baik dan maju. 

Orientasi aktif memiliki tiga komponen: kesadaran pribadi, pengetahuan para actor, dan komitmen pada satu atau lebih tujuan yang harus dicapai serta fasilitas kekuasaan untuk mengubah tatanan sosial. (Etzioni, The Active Society, 1968: 4). Akan tetapi kegiatan yang demikian bukan tanpa berbagai kendala, sebab setiap aksi melahirkan kontra-aksi.

Oleh sebab itu manusia aktif bukan mereka yang semata-mata melakukan segala keinginannya. Untuk bertindak (tepat) manusia yang demikian harus mencari pengetahuan atau informasi. Dia harus bersedia menunda ganjaran (imbalan) pribadi sehubungan dengan realisasi tujuan-tujuan kemasyarakatan yang lebih sempurna.

Apa yang dikemukankan oleh Etzioni adalah “teori masyarakat yang mampu mengendalikan diri” (Theory of societal-control).


1 2 3 4 5

Related Post

Post a Comment

Comments 0