Koalisi Perubahan Persatuan Dibelah, Anies Gagallah

Isma Nanik
Jun 15, 2023

yaitu mengkudeta kursi yang diduduki oleh AHY, anak dari orang yang pernah membesarkan dirinya. Seharusnya Moeldoko malu melakukan upaya merebut kursi kepemimpinan Partai Demokrat dari seorang Mayor bernama Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.

Moeldoko bukan orang jauh bagi AHY dan bagi bapaknya yaitu SBY. Moledoko adalah seorang Jenderal yang pernah menjadi atasan AHY ketika masih aktif dulu. Sedangkan SBY yang menaikkan pangkat Moeldoko menjadi Jenderal dengan mengangkat Moeldoko sebagai Kepala Staf TNI AD atau Kasad sehingga berhak menyandang pangkat Jenderal atau perwira tinggi bintang 4 (empat).

Tidak lama berselang Moledoko diangkat SBY sebagai Panglima TNI pada 30 Agustus 2013. SBY selaku Presiden Republik Indonesia memberikan penghargaan yang begitu tinggi pada Moeldoko dengan menunjuknya sebagai Panglima TNI.

Benarkah Jenderal Moeldoko begitu berambisi menjadi ketua Partai Politik? Kalau benar begitu mengapa sang Jenderal begitu tega mengambilnya dari AHY dan SBY orang yang pernah membesarkannya?

Sesungguhnya bukan hal yang sulit bagi Moledoko mendirikan partai baru. Entah apa yang mengilhami atau merasuki hati nurani sang Jenderal sehingga dia begitu keras merebut kursi kepemimpinan Partai Demokrat, padahal jadi anggota Partai Demokrat saja belum, lho kok mau jadi ketua umumya?

Merunut pada masa kepresidenan Jokowi di era reformasi sesuai UUD NRI 1945 kewenangan konstitusional Presiden terbatas. Secara konstitusional power kekuasaan pemerintahan pasca Amandemen UUD 1945 lebih mengarah ke DPR. Kondisi ini menjadikan posisi Presiden Jokowi sangat lemah karena hanya didukung oleh koalisi Indonesia Hebat terdiri dari PDIP, Partai Nasdem, Partai Hanura. Partai partai lainnya seperti Gerindra, PAN, PPP, PKS, PBB dan Partai Golkar menjadi oposisi di DPR karena bukan dalam koalisi


1 2 3

Related Post

Post a Comment

Comments 0