Koalisi Perubahan Persatuan Dibelah, Anies Gagallah

Isma Nanik
Jun 15, 2023

Oleh: Setya Budi
Komunitas Penegak Keadilan (Kompak)

Ulah KSP atau Kepala Staf Presiden Jendral TNI Pur Moeldoko untuk merampok kepemimpinan di Partai Demokrat sesungguhnya telah mengalami GATOT alias Gagal Total. Dikatakan seperti itu karena upaya hukum yang diperjuangkan oleh Moeldoko sudah 16 kali dan tidak ada satupun yang memenangkan dirinya.

Bila dibuat skor ibarat perang tanding antara dua kesatria dari Kurawa dan Pandawa yaitu perang tanding antara Jendral TNI Pur Moeldoko melawan Mayor TNI Pur Agus Harimurti Yudhoyono adalah 0:16. Kesatrian Kurawa telah kalah 16 kali, bukannya secara kesatria mengakui kekalahan tapi mengajak perang tanding lagi untuk yang ke 17.

Kekalahan telak 16 kali dialami seorang Jenderal Purn yang kariernya begitu moncer ketika masih aktif di TNI, namun apa hendak dikata GATOT alias Gagal Total di hadapan seorang Mayor dengan status sama-sama purnawirawan. Sekarang Sang Jenderal ini mengajukan PK ke MA, ini artinya upaya hukum ke 17.

Langkah Moeldoko ini ibarat mendirikan benang basah, 16 kali Moeldoko kalah, amat kecil kemungkinanya ke 17 ini PK-nya diterima. Itu akan melunturkan kepercayaan rakyat pada lembaga peradilan Indonesia bila Moedoko sekarang memenangkan PK-nya saat ini. Banyak orang akan menduga ada tangan-tangan besi yang membuat MA tidak independent sehingga memenangkan Moeldoko.

Sebenarnya ada kok Jenderal TNI Purn yang sukses membuat partai, sebut saja SBY dengan Partai Demokrat dan Wiranto dengan Partai Hanura sehingga berhasil mengangkat nama mereka ke panggung perpolitikan di Indonesia.


1 2 3

Related Post

Post a Comment

Comments 0