Kerukunan Umat dan Optimisme Indonesia Emas

Ida Farida
Apr 28, 2024

Ada kenaikan signifikan kerukunan umat beragama pada 2023 dibanding 2022. Foto: geralt/pixabay

guncangan atau potensi kerawanan. 

Begitu banyaknya dampak positif dari program moderasi beragama ini tak mengherankan jika kemudian Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang sesuai Perpres No 58 Tahun 2023 ditunjuk sebagai ketua sekretariat bersama mendapat pengakuan dan apresisasi dari berbagai kalangan seperti media dan lembaga. 

Terjaganya kerukunan umat beragama di Indonesia adalah sebuah nilai yang sangat berharga. Di tengah kebinekaan yang ada di Indonesia, kerukunan menjadi kunci mutlak untuk mewujudkan bangsa yang semakin maju dan memiliki peradaban tinggi di masa mendatang. 

Dengan kerukunan maka otomatis stabilitas nasional juga terjaga. Sebaliknya, jika bangsa ini rapuh, maka tenaga dan pikiran warga bangsa akan terkuras habis untuk menguatkan barisan, bukan fokus maju ke depan. 

Indonesia ini telah memiliki visi besar berjangka panjang, yakni terciptanya negara yang maju, berdaulat, sejahtera, dan berkeadilan. 

Visi besar ini dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 yang disebut dengan Indonesia Emas. 

Upaya mewujudkan Indonesia Emas pada masa 100 tahun setelah Kemerdekaan Republik Indonesia itu bukanlah hal yang mustahil. Indonesia memiliki banyak modal besar, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sumber daya alam. 

Pada 2030-an, Indonesia diperkirakan akan mengalami bonus demografi. Sebanyak 68,3 persen dari total populasi penduduknya adalah berusia produktif. Ini tentu menjadi peluang besar karena bonus demografi adalah fase yang sangat langka dialami sebuah bangsa. 

Di sisi lain, bonus demografi ini bukanlah final. Justru jika tak dikelola dengan baik, peluang besar yang dimiliki Indonesia ini bisa menjadi sebuah ancaman atau bencana. Sebab, banyaknya penduduk produktif membutuhkan pengelolaan yang mumpuni dari sisi penguatan karakter, keterampilan, ketahanan dan lain sebagainya. 

Praktis, sejatinya bonus demografi


1 2 3 4

Related Post

Post a Comment

Comments 0