Kerukunan Umat dan Optimisme Indonesia Emas

Ida Farida
Apr 28, 2024

Ada kenaikan signifikan kerukunan umat beragama pada 2023 dibanding 2022. Foto: geralt/pixabay

Oleh: Wibowo Prasetyo 

Stafsus Menteri Agama

Tahun politik, Indonesia bisa mewujudkan keharmonisan kehidupan beragama. Tidak ada ketegangan bernuansa agama yang cukup serius pada 2023.

Di tahun politik seperti saat ini, umat dari seluruh penganut agama bisa saling menjaga, menghormati, dan tak berupaya memancing ketegangan antara satu dengan yang lain. Kedewasaan umat dalam berpikir, bersikap, dan berperilaku patut disyukuri karena ini bukti sebuah kemajuan dalam kehidupan terutama dalam praktik berdemokrasi di Indonesia. 

Salah satu tolok ukur untuk menegaskan bahwa kehidupan beragama ini kian membaik adalah terpotret dari meningkatnya indeks kerukunan umat beragama (KUB) di Indonesia pada 2023. 

Indeks berbasis survei yang dilakukan Badan Litbang dan Diklat Kemenag menunjukkan bahwa ada kenaikan signifikan KUB pada 2023 dibanding 2022. Pada 2022, indeks KUB tercatat 73,09, sedang pada 2023 naik mencapai 76,02. Bahkan sejak 2020, tren indeks KUB terus melonjak. Pada 2020 indeks KUB tercatat 67,46, kemudian naik pada 2021 menjadi 72,39. 

Capaian positif ini tentu bukan atas kerja keras dan kiprah dari satu atau dua orang semata.Kerukunan beragama sejatinya kerja bersama dan telah lama dipraktikkan para pendahulu bangsa sehingga mampu terjaga baik hingga sekarang. 

Lebih dari itu, melalui Program Penguatan Moderasi Beragama yang diorkestrasi oleh Kementerian Agama, praktik kerukunan beragama itu pun kian kokoh. 

Program Moderasi Beragama yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 ini juga terbukti sangat efektif untuk membentengi anasir-anasir sebagian


1 2 3 4

Related Post

Post a Comment

Comments 0