Pemulung di TPST Bantargebang. Foto: KPNas
Sekarang ini mereka semakin pusing karena harga-harga berbagai jenis sampah pungutan (domestik) terjun, 50-70%. Misal harga plastik PET/botol mineral Rp 8.000/kg terjun hanya Rp 3.500-4.000/Kg. Plastik emberan Ketika harga normal Rp 3.000/Kg turun tinggal Rp 1.500/Kg. Harga terjun bebas dialami pemulung sejak Januari 2023.
Akibat harga turun terus tersebut pemulung, pelapak dan pencacahan plastik sulit memperoleh uang, juga sulit membayar angsuran bank, angsuran (kredit) sepeda motor atau mobil. Akhirnya puluhan mobil pickup yang digunakan mengangkut sampah dan sepeda motor ditarik leasing.
Sejumlah pemulung, pelapak dan pencacah plastik ada yang terjerat hutang dengan bunga tinggi, 10-12% per bulan, bahkan ada yang lebih. Disini berkembang sistem ijon atau sistem ekonomi rente sehingga banyak diantara mereka terjerat hutang.
Pemulung terjerat permainan sistem ijon bos/pelapak. Semua ditentukan oleh bos, terutama harga sampah pungutan campuran. Sekarang harga sampah campuran/gabrugan Rp 700-800/Kg. Saat harga normal Rp 1.200-1.400/Kg. Pemulung tidak bisa menentukan harga. Dalam model ekonomi tersebut, pemulung berada pada rantai paling dasar dan selalu jadi korban.
Pemulung, pelapak maupun pencacah plastik yang mengelola sampah di sekitar TPST/TPA tidak mendapat dukungan keuangan dari pemerintah. Pada umumnya mereka swadaya/modal sendiri, pinjam ke bank, pinjam ke rentenir dengan bunga tinggi, dll.
Mereka, mayoritas lulus SD dan SD tidak tamat, bahkan ada yang buta huruf. Karena mereka ini bagian dari klasifikasi sektor informal.
Masih belasan permasalahan yang dihadapi pelaku circular economy aras bawah, seperti ketahanan panganan lemah, stunting melanda sejumlah anak pemulung, putus sekolah, kawin muda, kenakalan remaja dan narkotika, dll. Kehidupan mereka masih serba kelam,
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0