Hambatan Berat Pelaku 3R Sampah di TPST Bantargebang dan TPA Sumurbatu

Ida Farida
Sep 25, 2024

Pemulung di TPST Bantargebang. Foto: KPNas

sampah yang akan disortir, juga dalam komunitas pemulung dan pelapak itu terdapat pencacahan plastik.

 

Sekarang ini mereka semakin pusing karena harga-harga berbagai jenis sampah pungutan (domestik) terjun, 50-70%. Misal harga plastik PET/botol mineral Rp 8.000/kg terjun hanya Rp 3.500-4.000/Kg. Plastik emberan Ketika harga normal Rp 3.000/Kg turun tinggal Rp 1.500/Kg. Harga terjun bebas dialami pemulung sejak Januari 2023. 

 

Akibat harga turun terus tersebut pemulung, pelapak dan pencacahan plastik sulit memperoleh uang, juga sulit membayar angsuran bank, angsuran (kredit) sepeda motor atau mobil. Akhirnya puluhan mobil pickup yang digunakan mengangkut sampah dan sepeda motor ditarik leasing. 

 

Sejumlah pemulung, pelapak dan pencacah plastik ada yang terjerat hutang dengan bunga tinggi, 10-12% per bulan, bahkan ada yang lebih. Disini berkembang sistem ijon atau sistem ekonomi rente sehingga banyak diantara mereka terjerat hutang. 

 

Pemulung terjerat permainan sistem ijon bos/pelapak. Semua ditentukan oleh bos, terutama harga sampah pungutan campuran. Sekarang harga sampah campuran/gabrugan Rp 700-800/Kg. Saat harga normal Rp 1.200-1.400/Kg. Pemulung tidak bisa menentukan harga. Dalam model ekonomi tersebut, pemulung berada pada rantai paling dasar dan selalu jadi korban. 

 

Pemulung, pelapak maupun pencacah plastik yang mengelola sampah di sekitar TPST/TPA tidak mendapat dukungan keuangan dari pemerintah. Pada umumnya mereka swadaya/modal sendiri, pinjam ke bank, pinjam ke rentenir dengan bunga tinggi, dll. 

 

Mereka, mayoritas lulus SD dan SD tidak tamat, bahkan ada yang buta huruf. Karena mereka ini bagian dari klasifikasi sektor informal. 

 

Masih belasan permasalahan yang dihadapi pelaku circular economy aras bawah, seperti ketahanan panganan lemah, stunting melanda sejumlah anak pemulung, putus sekolah, kawin muda, kenakalan remaja dan narkotika, dll. Kehidupan


1 2 3 4 5 6 7

Related Post

Post a Comment

Comments 0