Gedung Hitachi Vantara. Foto: ist
KOSADATA-Hitachi Vantara, anak perusahaan Hitachi, Ltd., merilis Laporan State of Data Infrastructure 2024. Dalam laporan ini, ada 231 pandangan pemimpin bisnis dan teknologi informasi (TI) dari berbagai negara.
Laporan itu mengungkapkan fakta yang cukup menggelitik: meski 36 persen responden mengakui bahwa kualitas data sangat penting untuk kesuksesan AI, sektor perbankan, jasa keuangan, dan asuransi (BFSI) justru lebih memprioritaskan keamanan data.
“Lembaga keuangan di seluruh dunia tengah mempercepat adopsi AI, namun banyak yang menyadari bahwa infrastruktur data mereka belum siap untuk mendukungnya,” kata Joe Ong, Vice President dan General Manager ASEAN, Hitachi Vantara dalam keterangannya, dikutip Sabtu (5/4/2025).
Dalam laporan tersebut, hampir separuh responden (48%) menyebut keamanan data sebagai perhatian utama dalam penerapan AI. Ini bisa dimaklumi, karena 84% di antaranya mengakui bahwa kehilangan data akibat serangan atau kesalahan dapat berdampak katastrofik.
Namun, di balik upaya menjaga keamanan, kualitas data justru terabaikan. Data hanya tersedia pada waktu dan tempat yang dibutuhkan sebesar 25 persen saja, dan akurasi model AI di sektor BFSI bahkan hanya mencapai 21 persen. Kondisi ini menyiratkan bahwa adopsi AI yang terburu-buru tanpa kesiapan infrastruktur bisa menjadi bumerang bagi sektor keuangan.
Mark Katz, Chief Technology Officer untuk sektor jasa keuangan di Hitachi Vantara, menyebut bahwa risiko reputasi menjadi taruhan terbesar dalam dunia keuangan. “Model bisnis dalam layanan keuangan secara inheren
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0