Sebanyak 2,2 Ton Botol Plastik Disulap Jadi TK Cantik di Ujung Timur Indonesia

Ida Farida
Jul 28, 2025

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto. Foto: dok. PLN

kolaborasi lintas sektor yang membawa dampak sosial dan lingkungan sekaligus. 

 

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto menegaskan, setiap anak Indonesia berhak atas pendidikan yang layak, tanpa kecuali.

 

“TK ini menjadi simbol dari inovasi dan semangat gotong royong dalam pengelolaan sampah. Kami percaya, lingkungan dan pendidikan harus berjalan beriringan,” kata Gregorius.

 

Gedung sekolah berdiri anggun dengan dua ruang kelas permanen, toilet dan sanitasi memadai, serta sarana belajar seperti laptop, printer, buku bacaan, alat peraga edukatif, hingga mainan anak. Bahkan, PLN turut menyumbangkan seragam untuk seluruh murid.

 

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, F Eko Sulistyono menuturkan bahwa peresmian gedung ini dilakukan bertepatan dengan Hari Anak Nasional sebagai hadiah untuk masa depan anak-anak Sumba.

 

“Dari sekolah kecil ini, kami berharap lahir generasi emas yang cerdas dan peduli lingkungan,” ucapnya penuh harap.

 

Bangunan ini bukan sekadar fasilitas. Ia adalah bukti bahwa plastik bisa kembali berguna, bukan sebagai ancaman, tapi harapan. Bahwa di tanah tandus Sumba Timur, mimpi bisa bertumbuh—bahkan dari tumpukan sampah.***


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0