Pergantian Kekuasaan Versi Carita Parahyangan, Pemimpin Harus Penuhi Ini

Peri Irawan
Aug 15, 2023

Ilustrasi kerajaan sunda. Foto: ist

gagal naik takhta disebabkan cacat tubuh, yaitu Rahiang Sempakwaja dan Rahiyang Kidul.

 

Ketiga, pendidikan. Keberhasilan seorang pemimpin erat kaitannya dengan pendidikannya, dan sangat bergantung pada kualitas guru. Syarat keempat adalah musyawarah sebagai jalan mencapai kesepakatan dalam mengambil keputusan.

 

Dalam tulisannya itu, Agus Heryana memaparkan tentang Niskala Wastukancana yang tidak akan menjadi besar dan wangi namanya jika ia tidak didik oleh seorang guru yang saleh, yaitu Sang Bunisora. Ia ditinggal wafat ayahnya, Prabu Linggabuana, pada usia 9 tahun.

 

Ayahnya meninggal pada peristiwa Bubat tahun 1357 masehi. Usia yang masih muda tidak memungkinkan menjabat kedudukan sebagai Raja Sunda. Oleh karena itu, pemerintahan dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora.

 

Tingkatan batin

 

Ia sangat tekun mendalami agama sehingga dipandang sebagai seorang raja-pendeta. Penulis Carita Parahyangan menggelarinya satmata. Menurut kropak 630 tingkat batin manusia dalam pendalaman agama adalah acara, adigama, gurugama, tuhagama, satmata, surakloka, dan nirawerah.

 

Satmata adalah tingkat kelima dan tahap tertinggi bagi seseorang yang masih ingin mencampuri urusan duniawi. Setelah mencapai tingkat keenam, surakloka, orang sudah menertawakan dunia, dan pada tingkat ketujuh, nirawerah, akan padamlah segala hasrat dan nafsu.

 

Setelah berusia 23 tahun, Wastukancana naik takhta menggantikan Bunisora. Ajaran yang ditingggalkanya adalah membiasakan diri berbuat kebajikan dan mendorong kesejahteraan sejati.

 

Selain Wastukancana, ada raja lain yang menonjol dan dianggap berhasil dalam kepemimpinannya, yaitu Prabu Darmasiksa. Ia adalah tokoh yang meletakkan dasar-dasar pandangan hidup secara tertulis berupa nasihat yang dikenal dengan sebutan Amanat Galunggung.

 

Salah satu amanatnya adalah harus bersama-sama mengerjakan kemuliaan melalui perbuatan, ucapan, dan itikad yang bijaksana. Selain itu kuat pendirian, tidak mudah terpengaruh, dan berkonsentrasi pada cita-cita yang ingin


1 2 3

Related Post

Post a Comment

Comments 0