Miris! Masih Ada Anak Putus Sekolah di Jakarta Meski Anggaran Daerah Besar

Isma Nanik
Jul 31, 2025

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta, Lukmanul Hakim. Foto: dok DPRD DKI Jakarta

KOSADATAAnggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta, Lukmanul Hakim, menyesalkan masih adanya kasus anak putus sekolah di Ibu Kota, meski anggaran pendidikan tergolong besar dan program bantuan sosial seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus telah menjangkau lebih dari 700 ribu penerima.

 

“Padahal penerima KJP sudah sekitar 707 ribu orang yang disubsidi. Tetapi hari ini saya masih temui anak-anak yang putus sekolah,” ujar Lukmanul, dilansir laman resmi DPRD DKI Jakarta, Kamis, 31 Juli 2025.

 

Menurutnya, fenomena ini sangat ironis mengingat Jakarta dikenal sebagai daerah yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama. 

 

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025, porsi untuk sektor pendidikan mencapai 25,20 persen.

 

“Paling miris di dalam hati kami, masih ada yang namanya putus sekolah di Jakarta. Terlebih, beberapa anak menyebut alasan biaya sebagai kendala. Ini memprihatinkan,” ucap Lukmanul.

 

Ia menceritakan pengalamannya bertemu langsung dengan warga yang mengaku tidak mampu menyekolahkan anaknya, meskipun sekolah negeri di Jakarta tidak memungut biaya.

 

“Saya tanya, kenapa anak ibu enggak sekolah? Katanya tidak ada biaya. Rasanya sangat miris. Padahal pemerintah sudah siapkan sekolah gratis,” tutur dia.

 

Lukmanul pun mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar lebih proaktif mengidentifikasi dan menangani anak-anak dari keluarga tidak mampu yang rentan putus sekolah. 

 

Ia menekankan bahwa bantuan seperti KJP Plus seharusnya menjadi jaring pengaman strategis yang menjamin anak Jakarta bisa mengenyam pendidikan hingga tamat SMA atau SMK.

 

“Ayo, kita lihat saudara-saudara kita


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0