Lailatul Qodar dan Ujian Salikin

Joeang Elkamali
Mar 31, 2024

Penulis (kiri) saat menyampaikan materi kepelajaran Islam di hadapan santri dan Mahasiswa Persis Tasikmalaya raya.

9 hari lagi. Masih terbuka kesempatan memperbaiki kualitas keimanan dan amalan kita. Setidaknya kita mendapati tujuan yang hendak dicapai dari syariat shaum ini yakni sosok Muttaqien, pribadi penuh syukur, sosok baru yang cerdas, dan pemilik akal yang lurus.

Tidak sedikit yang mengerti tujuan sesuatu tetapi tidak banyak yang memahami jalan mencapainya. Adalah hati yang dipenuhi dzikir dan kebersihan, harus kita latihkan. Adalah lisan yang meneduhkan dan menyelamatkan sesama, patut kita praktikan, dan prilaku yang senang membantu sesama, perlu kita jadikan kebiasaan.

Allah bersama hamba-Nya setiap hari. Tetapi di bulan Ramadhan Allah mengungkapkan dzat-Nya jauh lebih dekat lagi. It's time! Inilah waktunya kita berromantis merayu ampunannya dan memelas bimbingan-Nya.

Terdapat beberapa tempat Allah mewujudkan diri-Nya. Ialah keridhoan orang tua, pada senyum kaum miskin papa, di sumringah yatim dan piatu, serta di sebidak dada yang hatinya hanya nama-Nya.

Kita sedang tidak memburu malam ganjil di tanggal-tanggal tertentu, tetapi dengan menjalankan segala amalan yang terbaik dan peningkatan kuantitas amalan keseharian kita di sisa Ramadhan menjadi jalan suluk yang terbuka untuk menggapai persemogaan kiranya Allah berkenan menganugerahi kita dengan Maqom spesial, sekemau-Nya semata-mata.

Contoh pribadi indah itu ialah ketika seseorang mendapati orang lain yang belum shaum atau shaumnya urakan, maka hatinya tidak menyenangi tapi bersegera mendo'akan kebaikan, dan lisannya mengingatkan jika mampu. Namun jika belum sanggup, secara khusus ia mendo'akannya baik saat sholat fardu maupun tarawih atau di waktu sahur yang penuh berkah Allah SWT..

Penulis: Andri Nurkamal (Ketua PD. Pemuda Persis kab. Tasikmalaya)


1 2 3

Related Post

Post a Comment

Comments 0