Sejumlah seniman sedang berlatih musik di markas Keroncong Tugu, belum lama ini. Foto: dok pribadi
Ada sekitar 4 lagu yang memiliki lirik tapi tidak memiliki not, lagu tersebut merupakan ciptaan leluhur Guido. Akhirnya, lagu tersebut tidak bisa dikembangkan lantaran tidak ada yang mengetahui not lagu tersebut. Ia mengatakan, hal itu menjadi warisan yang perlu dijaga.
Kesulitan lain, menurut Guido ada satu kesulitan dari lirik bahasa yang dibuat orang tuanya. Bahasa Portugis yang berbaur dengan bahasa asli Betawi, bahasa itu disebut bahasa "kreol". Sementara itu penutur bahasa kreol sudah tidak ada lagi sampai hari ini.
Konten dan isi dari musik Keroncong Tugu adalah soal lingkungan, alam, dan percintaan.sehingga bisa dibilang musik i i juga merupakan musik rakyat.
Keroncong Tugu cafrinho beberapa lalu juga sempat bermain di Tokyo jepang. Hal itu Jadi sebuah Penghargaan baginya dan rekan-rekan. Salah satu personel Keroncong Tugu Cafrinho, Bernama Santana juga sangat bangga bisa ikut tampil di Jepang. “Itu pengalaman hebat, Keroncong Tugu ini membawa dan menaikan nama saya pada akhirnya,”katanya.
Harapan Santana Pada akhirnya Keroncong Tugu bisa dikenal di kancah dunia.”Semoga ini bisa terjadi,” katanya.
Seniman Keroncong dari Kampung Tugu lainnya, Andre juan Michiels pemimpin Orkes Krontjong Toegoe ini beranggapan Keroncong Tugu bukanlah sekedar sebuah aliran musik belaka. Di negara Portugal saja masyarakatnya tidak banyak mengetahui banyak soal kebudayaan yang satu ini.
“Sebab Keroncong itu lahir di tanah air ini, di Betawi. Meskipun bermula dari para leluhur kami yang memainkannya. Tanggapan dunia soal Keroncong itu luar biasa,” katanya yang sempat
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0