Sejumlah seniman sedang berlatih musik di markas Keroncong Tugu, belum lama ini. Foto: dok pribadi
Suara hasil musik yang dihasilkan disebut warga Batavia pribumi terdengar "crang-crong". Oleh sebabnya masyarakat pribumi mengenal mereka sedang memainkan musik crang-crong dan lama kelamaan dikenal sebagai keroncong.
Lama kelamaan bukan hanya orang Portugis pengasingan yang berkumpul memainkan musik. Masyarakat sekitar akhirnya ikut berkumpul, bahkan mereka warga pribumi membawa alat musik mereka sendiri, seperti rebana, gendang dan lain-lain. Pada akhirnya, musik ala Portugis ini membaur dengan keanekaragaman budaya di tanah Betawi.
Semakin populer, pada akhirnya musik ini diterima oleh banyak kalangan, termasuk bangsawan Belanda. Dan pada akhirnya pada jamannya keroncong menjadi salah satu hiburan formal diantara Pemerintah Hindia Belanda.
Soal warna musik dan ciri khas, perbedaan dari Keroncong Tugu dari Keroncong Solo dan Keroncong Yogyakarta adalah dari cara pembawaan permainan instrumennya. Selain rebana yang khas dari budaya Betawi dan Timur Tengah. Permainan gitar ukulelenya adalah dimainkan dengan cara dikerok, berbeda dengan Keroncong Jawa yang memainkannya dengan di petik. Saat ini Guido memimpin Orkes yang bernama Keroncong Tugu Cafrinho .
Kelompok pertama dibentuk tahun 1925 bernama Orkes Poesaka Krontjong Moresco Toegoe-Anno 1661. Angka 1661 merupakan tahun kedatangan warga Portugis ke Kampung Tugu. “ Namun pada tahun 1990an Moresco bubar dan saya tetap mempertahankan keaslian musik Keroncong Tugu dengan nama Keroncong Tugu Cafrinho,”katanya.
Dukungan Pemerintah dirasakan Guido sangat membantunya dan rekan-rekan seniman Keroncong Tugu yang masih bertahan. Minat Masyarakat dengan Keroncong Tugu yang punya khas dari permainan dan gayanya menjadi daya tarik masyarakat.
Upaya mengajak
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0