Kondisi gedung DPR RI pasca demontrasi. Foto: kosadata
KOSADATA - Dinding pagar DPR RI dipenuhi coretan tangan bernada amarah. Massa meluapkan kejengahannya atas kondisi negeri ini melalui unjuk rasa, Kamis, 22 Agustus 2024. Sejumlah elemen masyarakat, mulai kaum buruh hingga emak-emak turut beraksi.
Tembok kokoh yang menjadi pembatas antara rakyat dengan wakil rakyatnya seketika menjadi media luapan kemarahan para demonstran. Tembok dicoret-coret dan ditempeli beragam gambar yang bernada kecaman.
“DPR RI dalam pengawasan. Kami pertaruhkan segalanya. Tanah Air atau mati!” begitu salah satu tulisan yang ditempel di dinding pagar DPR RI.
Demonstrasi yang berlangsung sejak sekitar sepuluh pagi itu diikuti pula para komika, seperti Rigen, Mamat Alkatiri, Abdur Arsyad, Arie Kriting, Abdel Achrian, dan Bintang Emon. Mereka berada di barisan yang sama dengan para pengunjuk rasa. "Jangan berharap kami lucu, karena lebih lucu yang di dalam sana,” ujar Arsyad sembari menunjuk ke gedung DPR RI.
Komika asal Larantuka, Nusa Tenggara Timur, itu berorasi di atas mobil komando didampingi rekan-rekannya. Ia tak sungkan mengkritik para anggota DPR RI dan menyebutnya sebagai kumpulan orang tolol.
“Kalau belum sempat direkam, saya ulang: kumpulan orang tolol. Tolol setolol-tololnya. Kita semua berkumpul hari ini, kita semua cari kerja sendiri bukan dibantu bapaknya. Mohon maaf untuk bapak ibu yang hari ini mengalami kemacetan, tapi kami pastikan bahwa demokrasi tidak akan macet,” papar Abdur.
“Kita berkumpul di sini di bawah satu kata:
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0