Panganan khas Betawi, kue sengkulun. Foto: sfn
Sebenarnya, di beberapa daerah Indonesia juga mengakui keberadaan kue sengkulun. Di Jepara, kue ini dikenal sebagai sengkolon, di Palembang disebut kue jando berias, dan di Bangka populer dengan nama sangkolun. Namun karena sengkulun pertama kali ada di Batavia, maka kue ini dinobatkan sebagai penganan khas Betawi.
Padahal, sengkulun juga bukan murni asal Betawi. Karena kue ini dipengaruhi budaya China. Masyarakat Tionghoa yang bermigrasi ke Batavia merasuk dalam kuliner Betawi. Sengkulun diserap dari kata sang ko lun dalam Bahasa Hokkian atau dialek Selatan (Hainan).
Tidak percaya? Selintas sengkulun mirip kue keranjang (nian gao, baca: nien kao). Teksturnya lunak, kenyal, dan lembut. Ini karena dibuat dari bahan baku utama tepung ketan. Warnanya yang coklat ini berkat penggunaan gula merah sebagai pemanis.
Bedanya, kue keranjang tidak menggunakan kelapa. Sedangkan kue sengkulun memakai santan untuk adonan dan parutan kelapa segar untuk dicocol. Perbedaan lainnya, dalam proses pembuatannya. Kue keranjang dimasak, namun sengkulun dikukus. ***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0