UNAIR gelar Sosialisasi Persiapan Sertifikasi Kantin Sehat. Foto: dok. UNAIR
Tak hanya itu, mahasiswa dan civitas academica didorong berperan aktif mengontrol kualitas kantin. “Kalau semua paham standar isi piringku, mereka akan menuntut makanan sehat. Ini akan memicu perubahan alami di tingkat tenant,” tambahnya.
Menu Seimbang, Hindari Penyakit Kampus
Pada kesempatan yang sama, pakar gizi UNAIR, Mahmud Aditya Rifqi SGz MSi PhD, mengingatkan pentingnya pola makan bergizi seimbang. Ia menekankan dampak jangka panjang konsumsi makanan terhadap kesehatan. “Dengan kantin sehat, kita bisa mencegah obesitas, foodborne disease, sindrom metabolik, hingga penyakit akibat makanan tidak higienis,” ujarnya.
Mahmud menyoroti tantangan kantin kampus saat ini, mulai dari maraknya makanan olahan instan, kontaminasi bahan kimia, hingga rendahnya asupan sayur dan buah.
Sementara itu, Ody Januar dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya turut memaparkan standar sanitasi dan labelisasi pangan siap saji. Mulai dari kebersihan bangunan, sanitasi ruang, pencahayaan, ventilasi, hingga prosedur labelisasi tenant kantin dibahas secara rinci.
“Gerai jajanan wajib memiliki label dari lembaga berwenang setelah memenuhi sejumlah persyaratan, seperti memiliki nomor induk berusaha, mengikuti penyuluhan keamanan pangan, inspeksi lingkungan, serta pemeriksaan sampel,” ujar Indah, petugas dari Dinas Kesehatan.
UNAIR menargetkan, melalui program Sertifikasi Kantin Sehat ini, angka absensi akibat penyakit di kalangan mahasiswa dan dosen dapat ditekan, sekaligus meningkatkan produktivitas. Kampus juga berharap program ini menjadi fondasi bagi terciptanya lingkungan belajar yang sehat, aman, dan bahagia secara menyeluruh.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0