Sejumlah TPS liar menjamur di sejumlah daerah. Foto: KPNas
Setiap hari ribuan ton sampah Jakarta berakhir di wilayah tetangga, terutama Kabupaten dan Kota Bekasi. Sampah Horeka, apartemen, gedung perkantoran dan mall yang dikerjasamakan dengan pihak vendor (badan hukum PT/CV), kemudian vendor itu men-subkontrakan pada pihak ketiga atau pengepul sampah. Sampah-sampah yang diserahkan pihak ketiga tersebut tidak tahu dibawa kemana, diperlakukan seperti apa dan berakhir di mana tidak diketahui? Ternyata, dibawa dan berakhir di TPS liar dan sebagian dibuang di TPA Sumurbatu milik Kota Bekasi. Hasil pilahan sampahnya sekitar 40% dan sisanya 60% hanya ditumpuk secara open dumping.
Pihak vendor itu biasanya hanya berbekal ijin angkut sampah, yang diberikan Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara atau Timur, misalnya. Vendor hanya mengajukan ijin pengangkutan sampah untuk 4-5 unit dump truck. Selanjutnya, berkal ijin tersebut bekerjasama dengan pihak ketiga/pengepul di sekitar UPST Bantargebang. Jadi, vendor/pengepul tidak punya ijin pengolahan sampah?!
Dalam ketentuan, truk-truk itu harus membuang sampahnya ke UPST Bantargebang. Ternyata, fakta di lapangan jumlah truk dump truck yang beroperasi lebih banyak, bisa 20 sampai 25 unit, belum lagi puluhan kendaraan pickup. Hanya 4-5 unit dump truck yang membuang sampah Horeka dan lainnya ke UPST Bantargebang. Sedangkan puluhan dump truck dan pickup membuang sampah tersebut ke titik-titik TPS liar.
Setiap malam ratusan dump truk dan pick up membuang sampah Horeka Jakarta dan
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0