Tragis! Sampah HOREKA Jakarta Berakhir di TPS Liar

Ida Farida
Jun 18, 2025

Sejumlah TPS liar menjamur di sejumlah daerah. Foto: KPNas

liar merupakan bentuk patologi, penyakit, toksit dan penyimpangan. Sejumlah TPS liar tumbuh di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) dan sebagian sudah disegel atau ditutup oleh KLH/BPLH bersama Dinas LH kabupaten/kota. Beberapa pengelolanya dijatuhi hukum pidana dan denda.

 

Setiap hari ribuan ton sampah Jakarta berakhir di wilayah tetangga, terutama Kabupaten dan Kota Bekasi. Sampah Horeka, apartemen, gedung perkantoran dan mall yang dikerjasamakan dengan pihak vendor (badan hukum PT/CV), kemudian vendor itu men-subkontrakan pada pihak ketiga atau pengepul sampah. Sampah-sampah yang diserahkan pihak ketiga tersebut tidak tahu dibawa kemana, diperlakukan seperti apa dan berakhir di mana tidak diketahui? Ternyata, dibawa dan berakhir di TPS liar dan sebagian dibuang di TPA Sumurbatu milik Kota Bekasi. Hasil pilahan sampahnya sekitar 40% dan sisanya 60% hanya ditumpuk secara open dumping. 

 

Pihak vendor itu biasanya hanya berbekal ijin angkut sampah, yang diberikan Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara atau Timur, misalnya. Vendor hanya mengajukan ijin pengangkutan sampah untuk 4-5 unit dump truck. Selanjutnya, berkal ijin tersebut bekerjasama dengan pihak ketiga/pengepul di sekitar UPST Bantargebang. Jadi, vendor/pengepul tidak punya ijin pengolahan sampah?! 

 

Dalam ketentuan, truk-truk itu harus membuang sampahnya ke UPST Bantargebang. Ternyata, fakta di lapangan jumlah truk dump truck yang beroperasi lebih banyak, bisa 20 sampai 25 unit, belum lagi puluhan kendaraan pickup. Hanya 4-5 unit dump truck yang membuang sampah Horeka dan lainnya ke UPST Bantargebang. Sedangkan puluhan dump truck dan pickup membuang sampah tersebut ke titik-titik TPS liar.

 

Setiap malam ratusan dump truk dan pick up membuang sampah Horeka Jakarta dan


1 2 3 4 5 6

Related Post

Post a Comment

Comments 0