Hal ini tidak perlu dirisaukan atau membuat pendukung Anies Baswedan kebakaran jenggot sebab memang Heru Budi Hartono bekerja keras dan cepat untuk memperbaiki Jakarta yang memang mungkin belum terlalu diperhatikan di beberapa aspek pada jaman Anies.
Bukan berarti dengan demikian Heru Budi Hartono melebihi Anies Baswedan sebagaimana ditakutkan. Harus pula diakui—mengingat kompleksitas Jakarta yang multi aspek—tentu banyak pula hal-hal yang luput atau mungkin belum tertangani secara sempurna oleh Heru Budi Hartono.
Sebagaimana tidak ada pemimpin sempurna, demikian pula Heru Budi Hartono dan Anies Baswedan. Setiap orang berupaya untuk melakukan yang terbaik berdasarkan apa yang dilihatnya baik. Dan manakala ada kritik dan masukan terkait kinerja, bukankah itu merupakan hal yang baik untuk introspeksi diri supaya tidak terlalu oportunis, iri dan dengki dalam segala hal.
Sikap oportunis-iri-dengki ini kiranya menunjukkan keterbelakangan mental dan menjadi penghalang kita semua untuk maju dalam kehidupan bersama. Padahal musuh bersama kita ke depan ialah tantangan jaman yang semakin sulit dan berat terkait globalisasi.
Maka saran saya, membelalah secukupnya tanpa harus menjatuhkan lawan. Itulah “fairness”! Sebab bila Anda menghancurkan seseorang berdasarkan kelemahannya, Anda pecundang. Namun jika hendak menghancurkan, seranglah yang bersangkutan dari kekuatannya. Itulah gentleman.
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0