Tanpa Budaya Betawi, Jakarta Bukanlah Siapa-siapa

Ida Farida
Apr 28, 2025

KH Lutfi Hakim (tengah), Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR). Foto: ist

bola emas yang melayang di udara —

bola harapan, bola peluang, dan bola masa depan.

 

Bola itu kini bergulir ke tangan masyarakat Betawi sendiri. Harus digenggam erat, dijaga dan diarahkan menuju kemenangan bersama.

 

Dalam menghadapi tantangan menjadi kota global, perubahan akan datang dari segala penjuru: ekonomi, teknologi, pendidikan, sosial, budaya. Kompetisi akan semakin tajam. Standar akan semakin tinggi. Dunia hanya akan menghormati mereka yang kokoh berakar, tetapi lentur menari bersama zaman.

 

Inilah saatnya masyarakat Betawi bersatu dalam bingkai kolektif, menguatkan solidaritas, menciptakan inovasi, dan memperlihatkan pada dunia bahwa kita bukan sekadar warisan, kita adalah kekuatan hidup.

 

Dengan semangat kebersamaan, masyarakat Betawi dapat membuka peluang ekonomi baru, menginspirasi generasi muda, melahirkan produk kreatif berkelas dunia, dan memimpin perubahan di semua sektor.

 

Apakah kita siap menangkapnya? Apakah kita siap menggiringnya melewati rintangan menuju gawang kemenangan?

 

Jika jawabannya adalah ya, maka hari ini di Monas, di bawah langit Jakarta yang membiru —kita tidak hanya memperingati Lebaran Betawi. Kita telah menulis babak baru sejarah.

 

Kita sedang membangun Jakarta yang mendunia, namun tetap berpijak kokoh di tanah Betawi. ***


1 2 3

Related Post

Post a Comment

Comments 0