Tanpa Budaya Betawi, Jakarta Bukanlah Siapa-siapa

Ida Farida
Apr 28, 2025

KH Lutfi Hakim (tengah), Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR). Foto: ist

Betawi. Saya ingin beliau hadir, nyata berdiri di tengah kita, menginspirasi kita semua," tegasnya, membakar semangat hadirin.

 

Tidak berhenti di situ. Pramono juga mengusulkan Benyamin Sueb Award — penghargaan untuk kecamatan dan kelurahan yang aktif melestarikan budaya dan membangun lingkungan mereka.

 

Karena budaya, baginya, bukan hanya kenangan untuk nostalgia, tapi api yang harus terus dinyalakan dengan inovasi dan semangat zaman.

 

Dalam kesempatan yang sama, Pramono mendorong percepatan Perda Masyarakat Adat Betawi. Dengan suara bergetar antara kesabaran dan ketegasan, menyatakan:

 

"Kalau tidak segera diselesaikan, saya akan ambil alih sendiri dan menyelesaikannya."

 

Sebuah janji. Sebuah ancaman. Sebuah pernyataan cinta terhadap kota yang dipimpinnya.

 

Lebih dari itu semua, Pramono melukiskan mimpi besar, Jakarta harus bertransformasi menjadi kota global — bukan sekadar ibu kota ASEAN, tetapi kota beridentitas kuat, berbudaya luhur, berjiwa Betawi.

 

Salah satu visinya adalah menyatukan Taman Langsat, Ayodya, dan Leuser menjadi ruang publik representatif.

 

Taman-taman ini bukan hanya tempat bersantai, tapi oase peradaban baru, ruang perjumpaan budaya, ruang kehidupan yang membanggakan warga Jakarta di mata dunia.

 

"Jakarta harus punya identitas yang tak bisa digantikan. Gedung ASEAN ada di Jakarta, dan itu akan menjadi simbol abadi," tegasnya lagi.

 

Lebaran Betawi menjadi ruang silaturahmi akbar, panggung kebanggaan, cermin semangat untuk memperlihatkan kepada dunia siapa kita, dari mana kita berasal, dan ke mana kita akan melangkah.

 

Acara itu dipenuhi pertunjukan seni budaya, sajian makanan khas Betawi, tawa, cerita, dan harapan. Namun jauh di balik semua kemeriahan itu, bergema sebuah pesan dalam hati setiap orang:

 

Bola Emas di Tangan Masyarakat Betawi

 

Tetapi mari kita renungkan sejenak.

Sebuah perjalanan besar tak pernah bisa ditempuh sendirian. Hari ini, ada sebuah


1 2 3

Related Post

Post a Comment

Comments 0