Keinda6alam di Pulau Osi menawarkan kesegaran bagi pengunjung. Foto: Kementerian Pariwisata
“Kalau mobil belum bisa masuk, jadi hanya untuk motor dan pejalan kaki. Uangnya kami gunakan untuk rehab jembatan. Jembatannya, kan, sudah dua kali rehab ini,” ujarnya, dilansir dari Antara belum lama ini.
“Kalau ada kayu yang rusak, saya bilang kepala dusun untuk beli kayu. Nanti saya yang pantau kalau ada jembatan rusak, sekalian saya juga yang perbaiki,” lanjutnya.
Selama perjalanan melintasi jembatan kayu, keindahan tanaman bakau atau mangrove membentuk labirin yang memandu menuju pemandangan yang luar biasa. Jembatan ini memberikan sensasi tersendiri bagi para wisatawan yang melintasinya, menjadi tempat yang sayang untuk dilewatkan tanpa mengabadikan momen di sana.
Sampai di Pulau Osi, segala rasa lelah dan letih terbayar lunas. Laut yang tenang dengan warna hijau kebiruan menciptakan suasana yang jernih bagi para pengunjung. Wisatawan dapat menikmati melihat ikan-ikan dan berbagai biota laut seperti rumput laut, terumbu karang, hingga bintang laut tanpa perlu berenang.
Gerakan indah ikan-ikan ini, yang biasanya menjadi daya tarik di akuarium, seolah menjadi tarian selamat datang bagi wisatawan yang berkunjung.
Suasana di Pulau Osi diramaikan oleh kicauan burung, menggantikan deburan ombak yang tak terdengar. Ketika langit cerah, sentuhan hangat Matahari menjadi pelengkap yang ramah di Pulau Osi.
Pada malam hari, meskipun tanpa lampu, wisatawan dapat menikmati pemandangan cahaya bulan dan bintang yang bersinar sejauh mata memandang.
Rumah-rumah panggung yang menjadi tempat menginap bagi wisatawan tersusun rapi menghadap ke sebuah pulau di tengah laut,
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0