Fajar Shiddiq, S.Pd.I, Penulis.
Berdasarkan hasil riset beberapa lembaga resmi di atas menegaskan bahwa di tengah masyarakat Indonesia yang notabene penganut muslim terbesar (hampir 87,2% atau sekitar 229,62 jt berdasarkan data Kemenag RI), ada sekitar 115 juta lebih masyarakat Islam Indonesia belum lancar dan/atau belum bisa membaca Al-Qur'an.
Fenomena rendahnya Literasi">Literasi Al-Qur'an bahkan pernah penulis lihat sendiri ketika menjadi panitia penerimaan santri baru di Pesantren Persis 42 Sukaresik selama tiga tahun berturut-turut. Dalam tes potensi akademik calon santri baru yang datang dari berbagai daerah dan lulusan Madrasah Diniyah, hasil akhir tes dalam baca tulis Alquran calon santri baru selalu ada di peringkat paling rendah.
Realitas rendahnya indeks Literasi">Literasi Al-Qur'an di Indonesia tentu adalah pukulan yang sangat menghantam dada. Miris, ironis, dan sangat memprihatinkan. Entah siapa yg harus disalahkan? Padahal kelompok Dakwah">Dakwah berbasis ormas hari ini puluhan mungkin ratusan, pesantren dan Madrasah bertengger banyak. Akan tetapi buta huruf Al-Qur'an justru terjadi sangat dahsyat angkanya.
Fenomena buta huruf Al-Qur'an harus segera dicari solusi dan jalan keluarnya. Jika dibiarkan tidak ada gerakan serius, sistematis, terstruktur, dan terukur, boleh jadi umat Islam Indonesia akan semakin jauh dari sumber utama beragamanya. Belum lagi memang upaya untuk menjauhkan kaum Muslim dari Islam adalah proyek sekularisasi yang sangat masif.
Akan tetapi, siapa yang harus segera mengeksekusi Revitalisasi gerakan literasu Al-Qur'an ini? Tentu dalam hal ini banyak elemen yang harus segera bertindak, baik pemerintah, lembaga pendidikan, bahkan lembaga Sebelumnya Selanjutnya
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0