Bisnis Pencacahan Plastik di sekitar TPST Bantargebang. Foto: KPNas
Apa yang dialami Herman, pun dirasakan oleh pencacah plastik lain di kawasan Bantargebang. Namun, dampak yang sangat besar disarakan pemulung. Karena Herman hanya membeli barang dari pelapak, sebab tidak bisa langsung pada pemulung.
Selisih yang diperoleh Herman antara Rp 300-500/kg. Tetapi sekarang ini sulit mencapai angka tersebut. Dulu ketika harga bagus stabil Herman bisa mendapat Rp 700-1.000/kg. Usaha tersebut akan jalan bila masih dapat kelebihan Rp 700-1.000/kg.
Dia melihat turunnya Harga sampah akibat ada peran bandar dan pabrikan bermodal besar yang menguasai bahan baku daur ulang. Mereka melakukan pembelian besar-besaran, dikumpulkan di gudang-gudangnya. Kegiatan itu semacam “monopoli” dan bisa memainkan harga.
Permainan pemodal besar, uangnya banyak sulit ditandingi. Sedang pelapak lain menyebut, adanya impor bahan baku dan sampah dari luar negeri.
Dulu tahun 2005 Herman terbilang cukup sukses, seperti yang ditulis dalam Majalah Percik berjudul Waste that Brings Blessing (Bagong Suyoto, 2006). Kemudian ditulis Bagong Suyoto, “Upaya Pemulung Meningkatkan Martabat” (2008).
Sekarang tampaknya usaha pencacahan Herman menurun. Barangnya sedikit, pekerjanya hanya tiga, empat orang saja. Harga sampah domestik turun drastis berimbas pada usaha Herman. Mungkin pula karena usianya sudah tua, sakit pernafasan dan staminanya menurun sekali.
Selama ini usaha Pencacahan Plastik Herman kurang memperoleh perhatian pemerintah pusat dan daerah. Ia ingin pemerintah memberi dukungan permodalan, teknologi dan menjaga stabilitas harga. Dukungan modal lunak atau semacam insentif dari pemerintah seperti dimandatkan dalam UU No. 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah, bisa juga bantuan program corporate social responsibility (CSR) atau extended producer responsibility (EPR) perusahaan swasta.
Jika harga bagus dan stabil
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0