Mengenang Tragedi TPA Leuwigajah, Bom Waktu Petaka Sampah

Ida Farida
Feb 25, 2025

Foto: ist

di seluruh wilayah Indonesia. Masalah persampahan ini sudah menjadi persoalan yang kompleks pada derajat nasional.   

 

“Predikat Bandung “Kota Kembang” tampaknya harus disimpan sementara waktu. Bencana longsor di TPA sampah Leuwigajah tak hanya menimbulkan dampak di lokasi perkampungan yang tertimpa bencana. Ditutupnya TPA Leuwigajah telah menimbulkan akibat yang lebih besar bagi tiga kota, Bandung, Cimahi dan Kabupaten Bandung. Tak memadainya kapasitas penampungan pembuangan sementara di TPA Jelekong menyebabkan tumpukan sampah mudah ditemui seperti “benteng sampah” di Jalan Puter dan “gunung sampah” di Jalan Bungur Bandung. Kreativitas pun dilakukan warga ER 04/RW 21 Komp. Puri Cipageran Indah II Kabupaten bandung yang merancang sistem pembakaran sampah secara langsung dan mampu membakar sekitar 3 kuintal sampah kering dan basah per hari. 

 

Sekilas TPA Leuwigajah

 

Rencana pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Leuwigajah merupakan bagian dari proyek besar yang dikenal dengan Bandung Urban Development Project (BUDP). Proyek ini dirancang tahun 1980-an. Pada tahun ini dilakukan studi kelayakan akan dibangunannya TPA Leuwigajah, yang letaknya sekitar 15 Km dari Kota Bandung. Beberapa dokumen pembangunan proyek TPA ini sebagian ada di Jakarta, karena saat itu proyek ditangani oleh Departemen Pekerjaan Umum. Pembangunannya didanai uang pinjaman dari Asian Development Bank (ADB).

 

Pada tahun 1987-an TPA sampah Leuwigajah mulai dioperasikan dengan menggunakan sistem sanitary landfill. Menurut sejumlah warga kisaran TPA, sistem sanitary landfill tak dijalankan secara efektif dan berjalan hanya 3 tahun. Sesudah kepala Dinas Kebersihan diganti dengan yang baru. Kemudian pengelolaan sampah menggunakan sistem open dumping, sampah hanya ditumpuk dan semakin lama menjadi gunungan sampah. M. Taufan Suranto dari


1 2 3 4 5 6 7

Related Post

Post a Comment

Comments 0