Mahasiswa Unair Kaji Ludruk untuk Psikoedukasi Remaja Surabaya

Ida Farida
Jul 15, 2025

Ludruk diyakini bis menjadi obat kesehatan mental bagi remaja. Foto: ist

untuk menghubungkan keduanya.

 

“Kami mencoba menyentuh dua isu sekaligus: pelestarian budaya dan kesehatan mental remaja. Kenapa harus terpisah kalau bisa saling menguatkan?” kata Nafiesa.

 

Expressive Arts Therapy, Pendekatan yang Mulai Dilirik

 

Berbeda dengan penelitian serupa yang hanya berfokus pada pelestarian seni atau edukasi mental secara konvensional, riset ini mengusung Expressive Arts Therapy (EXA) — sebuah pendekatan terapi berbasis seni yang kini mulai diadopsi di dunia psikologi.

 

Melalui metode ini, ludruk tak hanya dipentaskan, tetapi juga dijadikan medium ekspresi, dialog terbuka, dan refleksi diri bagi para remaja. “Selama ini stigma soal kesehatan mental membuat remaja enggan terbuka. Dengan seni pertunjukan, ekspresi mereka bisa lebih cair dan bebas,” imbuh Nafiesa.

 

Tak berhenti di situ, tim ludruk Pride juga memproyeksikan konsep ini masuk ke dalam ekosistem wellness tourism. Selain menjadi sarana terapi, ludruk bisa menjadi atraksi wisata berbasis penyembuhan emosional, sekaligus membuka peluang baru bagi pelaku seni tradisional.

 

Dampak Jangka Panjang dan Rencana Pengembangan

 

Riset ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata, khususnya bagi mahasiswa semester akhir yang rentan stres akibat beban akademik. Di sisi lain, pelaku ludruk bisa mendapat ruang tampil baru yang lebih relevan, sedangkan pemerintah daerah bisa menjadikannya referensi program berbasis budaya.

 

“Dengan model integratif seperti ini, budaya tidak hanya dilestarikan, tapi juga diberdayakan sebagai solusi sosial kontemporer,” ujar Nafiesa.

 

Tim ini pun berencana mengembangkan penelitian lebih lanjut hingga menjadi program berkelanjutan yang bisa diadopsi sekolah, kampus, dan komunitas seni lokal.

 

“Kami ingin membuktikan bahwa di tengah modernitas, warisan budaya bisa menjadi pelindung mental generasi muda, bukan sekadar peninggalan masa lalu,” tutupnya.***


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0