Ludruk diyakini bis menjadi obat kesehatan mental bagi remaja. Foto: ist
KOSADATA — ludruk, kesenian panggung tradisional khas Jawa Timur, selama ini lebih dikenal sebagai hiburan rakyat. Namun, lima mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mencoba menghadirkan wajah baru bagi seni lawas itu: sebagai media psikoedukasi untuk kesehatan mental remaja.
Berbekal keresahan atas tingginya angka gangguan mental di kalangan remaja kota Surabaya dan makin meredupnya pamor ludruk, kelompok mahasiswa yang menamakan diri ludruk Pride ini menggagas riset bertajuk “Revitalisasi ludruk sebagai Media Psikoedukasi Berbasis Expressive Arts Therapy”.
Gagasan tersebut mengantarkan mereka lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Riset Sosial Humaniora (RSH) 2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (DiktiSaintek).
“Kami ingin membuktikan bahwa kesenian tradisional seperti ludruk bisa lebih dari sekadar tontonan. Ia bisa jadi ruang aman sekaligus terapi bagi remaja yang sedang berjuang dengan kesehatan mentalnya,” ujar Nafiesa Zahra, salah satu anggota tim, seperti dilansir laman resmi Unair, Selasa, 15 Juli 2025.
Budaya yang Nyaris Ditinggalkan
ludruk, yang pernah menjadi primadona hiburan malam Surabaya di era 1970-an, kini nyaris tak dilirik anak muda. Panggung-panggung kecilnya makin sepi, sementara generasi digital lebih akrab dengan konten komedi modern dan video pendek di layar gawai.
Di sisi lain, data Dinas Kesehatan Kota Surabaya mencatat tren peningkatan kasus gangguan mental ringan hingga berat di kalangan remaja selama lima tahun terakhir. Fenomena ini menjadi alasan
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0