Mahasiswa UGM dan Unpad bersihkan sampah dari Sungai Citarum. Foto: dok. UGM
“Sungai adalah penghubung antara hulu dan hilir. Bila kita jaga dari hulunya, kita telah mencegah dampak yang lebih besar di kemudian hari,” kata Marchela.
Perwakilan BSF, Asep Zaelani, menekankan bahwa menjaga Sungai Citarum bukan pekerjaan satu hari. Menurutnya, kegiatan ini menjadi suara perlawanan terhadap krisis lingkungan.
“Mari kembalikan Sungai Citarum ke zona nyaman. Zona ketika sungai mengalir jernih dan membawa kehidupan yang bersih,” imbuhnya.
Aksi kolaboratif ini diharapkan menjadi inspirasi bagi gerakan serupa di daerah lain. Sebab, katanya, jika aliran sungai mati, maka perlahan kehidupan di sekitarnya akan ikut mati.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0