Ketua Umum PITA, Ervan Purwanto (kanan) dan Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua (kiri). Foto: IG Ervan Berjaya
“Penanganan tercepat bisa datang dari masyarakat. Untuk itu, mereka perlu disiapkan, tidak hanya alatnya, tapi juga pelatihan penggunaan APAR.”
Selain APAR, PITA juga menyoroti persoalan sumber air saat proses pemadaman berlangsung. Ia mendorong pemerintah menambah jumlah hydrant, terutama di kawasan padat penduduk, serta mengajak PAM Jaya untuk berperan aktif dalam penyediaan air darurat untuk kebakaran.
Lebih jauh, Ervan mengingatkan pentingnya edukasi rutin kepada warga untuk mencegah kebakaran akibat korsleting listrik. Ia mendorong para ketua RT dan RW turun langsung memberikan peringatan serta membangun kesadaran kolektif.
“Warga harus lebih hati-hati, waspada, dan menghindari aktivitas berisiko kebakaran. RT dan RW jangan pasif, mereka harus aktif mengingatkan warganya,” kata Ervan.
Sepanjang semester pertama 2025, kebakaran di Jakarta tercatat masih cukup tinggi. Menurut data Dinas Gulkarmat, sebagian besar penyebab kebakaran bersumber dari arus pendek listrik di permukiman padat.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0