Taprof Lemhannas RI, Dadang Solihin. Foto: ist
Mendengar pernyataan Bang Ali tersebut, seketika Mang Ihin sontak menolak permintaan Bang Ali dengan ucapan 'kalau sepotong-potong seperti maunya Bang Ali, no way. Jabar bisa membangun atau tidak, itu soal lain. Harus kira-kira dulu dong siapa gubernurnya'.
Menurut Mang Ihin, strategi Bang Ali itu kerdil. Mang Ihin berfikir secara strategis tawaran bang Ali tidak akan membawa perkembangan yang luar biasa. Mang Ihin malah meminta Bang Ali belajar ke pengalaman nenek moyang mereka saat Galuh pindah ke Pajajaran, Bogor, karena mau menyatukan komunitas di Jawa Barat dengan Jakarta. Ke utara sampai Sunda Kelapa. Dari Bogor bisa dikuasai. Ke barat, sampai Banten. Ke timur, sampai Cirebon.
Mang Ihin bahkan menantang Bang Ali untuk menyatukan Jakarta dengan Jawa Barat. Bang Ali Gubernurnya. Ibukotanya Jakarta. Bandung hanya kotamadya. Baru Mang Ihin akan mengalah. Karena mang Ihin berprinsip jika strategi itu adalah siapa yang bisa berkompetisi bila potensi Jawa Barat dan Jakarta menyatu.
Alih-alih mendapat dukungan Mang Ihin, dari cara bicara Mang Ihin jelas menandakan bahwa Mang Ihin tidak setuju dengan apa yang ditawarkan Bang Ali. Padahal, Bang Ali berkeyakinan Pembangunan akan lebih cepat jika dilaksanakan oleh . 'Sekarang kita perang perbatasan' Mang Ihin sampai menyatakan sikap seperti itu.
Pasca pertemuan tersebut, bahkan adu argumen terjadi bukan hanya di operation room itu saja, tapi sampai di luar gedung. Kemudian orang mengira mereka berdua sebagai dua gubernur yang berseteru
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0