Pihak domestik saja masih banyak yang tidak puas melihat bagaimana PSSI serta penegak hukum memberikan rasa keadilan terhadap 135 korban jiwa yang meninggal pada tragedi Kanjuruhan. FIFA tentu melihat keresahan di dalam negeri tersebut dan mempertanyakan keamanan bagi setiap fans peserta Piala Dunia U-20 yang akan datang ke Indonesia.
Kerugian yang terjadi akibat dari pembatalan Piala Dunia U-20 pun bukan main-main dampak kerusakannya. Saya tidak sepakat dengan Plt. Kemenpora yang seakan menyepelekan dampak yang terjadi. Pertama, pemerintah secara resmi telah menganggarkan Rp500 Miliar untuk persiapan Piala Dunia U-20. Selain itu, melalui Kementerian PUPR telah menyuntikan dana sebesar Rp. 314 Miliar untuk merenovasi stadion-stadion yang dipersiapkan sebagai Venue pertandingan. Artinya, APBN yang bersumber dari pajak rakyat akan berakhir sia-sia karena Piala Dunia U-20 lantas bagaimana pertanggungjawaban penggunaan anggarannya? Kedua, pembatalan ini akan menjadi preseden buruk bagi Indonesia ke depan dalam ajang Sepakbola atau olahraga. Dunia olahraga akan menilai Indonesia tidak akan mampu untuk menghelat ajang akbar olahraga Internasional. Dan bukan tidak mungkin harapan Presiden Jokowi untuk mengajukan bidding sebagai Tuan Rumah Olimpiade 2036 di Ibu Kota Nusantara akan sirna.
Terakhir, Sepakbola Indonesia bisa saja kembali mati suri. Kita akan kembali disanksi dan dikucilkan dari seluruh kegiatan sepakbola Internasional. Harapan para pemain sepakbola utamanya U-20 tentu sudah pudar, apakah harapan kita untuk melihat Indonesia kembali mentas di Piala Asia juga akan sirna ? kita
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0