Fransiscus Go, Foto: Ist
Sikapnya yang tak ambisius, membuatnya tetap enjoy dan tak terbebani. Satu hal yang membuat kami tertegun dalam pertemuan itu, ketika CEO GMT Institute dan Direktur Yayasan Felix Maria Go itu mengungkapkan, tidak mestinya menjadi gubernur untuk berbuat bagi NTT tercinta. Go Do It For NTT, seperti itu siratan makna di balik pernyataannya. Ayo, dengan segala kapasitas dan talenta yang kita miliki, mari kita berikan yang terbaik bagi NTT. Sungguh mulia. Pernyataan yang elegant dan patut dicontoh, kata tokoh NTT, Esthon Foenay.
Kami lalu sepakat. Majukan NTT, pendidikan jadi leading sector. Ekonomi, kesejahteraan masyarakat, kesehatan dan TPPO menjadi program ikutan. Dengan wacana semacam ini, setidaknya Fransiscus Go telah membangun optimisme.
Kalaupun alumini Universitas Gajah Mada ini berhasil benahi pendidikan NTT, maka dia telah menanamkan pondasi yang kuat dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, yang kelak bisa berdaya saing di level mana pun. Hanya dengan begitu, stigma NTT miskin dan terbelakang, tergantikan dengan Nikmat Tiada Tara (NTT). "Saya bersama seluruh staf dan karyawan GMT Institute mengucapkan, selamat ulang tahun Provinsi NTT ke - 65. Sukses selalu," pungkas Fransiscus Go.
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0