Fransiscus Go, Foto: Ist
Oleh: Robert Kadang
Wartawan Senior NTT
KOSADATA - Perjumpaan dengan Fransiscus Go, tanpa sengaja. Pun di luar perkiraan. Beta sudah lupa waktu pertemuan itu. Tapi beberapa bulan lalu. Di cafenya. Di Jalan Kendal No.1 Menteng, Jakarta Pusat. Wow...! Tak terpikirkan pertemuan itu berlangsung di ibukota negara. Excellent. Rapat kecil - kecil, tapi membahas hal yang luar biasa untuk kemajuan NTT. Tidak ada upaya kudeta. Walau beberapa gelas kopi menghangatkan pertemuan itu. Pikiran kami benar - benar tercurah untuk kemajuan NTT.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, sebagai dasar pijakan kami berdiskusi. Soal kemiskinan yang menempatkan NTT di urutan tiga besar nasional. Sebaliknya, pendidikan kita bobrok di urutan ke-30 nasional. Ini kata BPS. Sungguh "mengganggu" pikiran kami.
Belum lagi masalah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang masih marak di wilayah paling terselatan, republik ini. Lalu hening. Bak ingin menegakkan benang basah nan kusut, sulit untuk menemukan solusinya. Tapi satu hal, kami tidak ingin menyalahkan siapa - siapa. Masalah ketertinggalan NTT, ini tanggung jawab kita bersama.
Fransiscus Go telah memulainya. Bukan baru sekarang. Tapi sudah belasan tahun dia berkiprah di kancah bisnis nasional, lalu mencurahkan perhatiannya untuk NTT tercinta. Dia mengawali diskusi dengan menawarkan penanganan TPPO. Konkritnya "BAJAGA". Beta bingung, program apa ni? Lalu dijelaskan Om Heri yang domisili di Bali.
Semacam "Pecalang" om Robert. "Satgas" ini memberi rasa aman dan nyaman bagi warga Bali. Hubungannya
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0