Danantara dan Komitmen Presiden Bagi Hilirisasi SDA-Tanaman Pangan

Ida Farida
Apr 03, 2025

Anggota DPR RI, Bambang Soesatyo. Foto: ist

pada waktunya bisa dimanfaatkan untuk mendukung kebijakan investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Ketika memperkenalkan Danantara pada 24 Februari 2025. Presiden menegaskan makna strategis dan arti sangat penting Danantara. Selain mengelola dana investasi, Danantara harus menjadi instrumen pembangunan nasional yang akan mengoptimalkan strategi mengelola kekayaan Indonesia. Tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) serta visi yang melandasi kehadiran Danantara sudah tepat dan relevan.

 

Presiden pasti terbuka terhadap kritik tentang Danantara, namun sebuah inisiatif baru harus ditetapkan untuk merespons ketidakpastian saat ini. Dalam konteks kebutuhan investasi langsung, Indonesia secara bertahap harus mengurangi ketergantungannya pada modal asing, dan Danantara mestinya dimaknai sebagai langkah awal mewujudkan kemandirian.

                                                                                                  Dalam konteks itulah manajemen Danantara diimbau untuk menggarisbawahi pesan penting atau komitmen Presiden Prabowo tentang hilirisasi sumber daya alam (SDA) dan tanaman pangan. Bagi masa depan kepentingan negara-bangsa, komitmen itu sangat strategis sehingga manajemen Danantara harus bijaksana memaknainya. Jangan lupa, komitmen ini sudah berulangkali ditegaskan Presiden Prabowo.

 

Dalam pidato pertamanya usai Pengucapan Sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia di Gedung MPR/DPR/DPD Jakarta, Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia menuju swasembada pangan dan energi sebagai langkah utama guna menghadapi tantangan global yang makin kompleks. "Saya telah mencanangkan Indonesia harus segera swasembada pangan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.


1 2 3 4

Related Post

Post a Comment

Comments 0