Anggota DPR RI, Bambang Soesatyo. Foto: ist
Mau tak mau, menghadapi dan menyikapi ketidakpastian global seperti sekarang memerlukan inisiatif-inisiatif baru. Bahkan inisiatif baru menjadi keniscayaan, setidaknya untuk meminimalisir potensi dan skala kerusakan. Ketidakpastian sekarang menjadi faktor penyumbat arus dana investasi, karena para investor atau pemilik dana mengambil posisi wait and see. Selain itu, investor di banyak negara lebih berkonsentrasi ikut mengamankan kepentingan negaranya masing-masing, termasuk fokus menciptakan lapangan kerja baru di era ArtificiaI intelligence (AI). Investasi baru hanya mengalir ke pasar yang berkepastian dan prospektif.
Contoh kasus yang patut dikedepankan adalah sikap, pilihan konsentrasi dan inisiatif Uni Eropa UE). Arus dana investasi dari UE tahun-tahun mendatang mungkin akan menipis karena prakarsa militerisasi di benua itu. Ingin mengurangi ketergantungannya pada AS, UE akan membangun industri pertahanan. Menurut rencana awal, UE akan mengalokasikan dana sampai 800 miliar Euro – ekivalen 870 miliar dolar AS -- untuk merealisasikan pembangunan sektor pertahanan selama empat tahun ke depan. Prakarsa militerisasi UE itu rupanya menarik perhatian produsen mobil Volkswagen (VW). Didukung produsen senjata Jerman, Rheinmetall, VW pun berinisiatif mengubah sebagian fasilitas produksinya menjadi industri persenjataan.
Maka, inisiatif Presiden Prabowo Subianto mendirikan badan pengelola investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara menjadi relevan dengan tantangan yang mengemuka akibat ketidakpastian global saat ini. Danantara membangun kekuatan dengan mengonsolidasikan aset-aset pemerintah agar semua aset itu terintegrasi dan efisien sehingga
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0