Banyak Anak Berprestasi Akademik Gagal Hadapi Dunia Nyata, Ini Kata Prof. Rhenald

Ida Farida
Apr 08, 2025

Guru Besar Universitas Indonesia, Prof. Rhenald Kasali. Foto: ist

dari perhatian pendidikan konvensional: proprioseptif dan vestibular.

 

Indra proprioseptif adalah kemampuan tubuh untuk merasakan posisi dan gerakan tubuh sendiri. Indra ini penting untuk kontrol diri, seperti menakar kekuatan saat menulis atau memahami batas saat berinteraksi fisik dengan orang lain.

 

Sedangkan indra vestibular berperan menjaga keseimbangan tubuh. Ini berkaitan dengan kemampuan anak untuk duduk tegak, tidak mudah jatuh, serta berkonsentrasi di kelas.

 

“Banyak anak yang tumbuh dengan prestasi tinggi, tapi canggung secara sosial, kaku menghadapi tantangan, bahkan takut gagal. Itu karena mereka kurang dilatih untuk merespons dunia nyata dengan seimbang, antara otak dan tubuh,” ujar Prof. Rhenald.

 

Keseimbangan Belajar dan Bermain, Kunci Kesiapan Hidup

 

Solusi yang ditawarkan Prof. Rhenald sederhana tapi mendasar: seimbangkan belajar dan bermain.

 

Ia menekankan bahwa keberhasilan anak tidak hanya ditentukan oleh nilai rapor, tetapi juga oleh kesiapan tubuh, emosi, dan kemampuan berinteraksi mereka. Anak-anak perlu belajar dari pengalaman nyata: merangkak, melompat, memanjat, dan jatuh.

 

“Biarkan mereka merasakan, menjelajah, dan membuat kesalahan. Itulah proses alami belajar yang sesungguhnya,” tegasnya.

 

Pandangan Prof. Rhenald ini membuka mata banyak orang tua dan pendidik: bahwa pendidikan seharusnya membentuk manusia utuh, bukan hanya pencetak nilai tinggi. Prestasi akademik memang penting, namun tak boleh mengorbankan kemampuan dasar manusia yang justru sangat dibutuhkan dalam menghadapi kehidupan nyata yang kompleks dan tak terduga.***


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0