Cek Kesehatan Gratis Ungkap Banyak Siswa Alami Karies, Anemia, hingga Risiko Gangguan Jiwa

Ida Farida
Jul 18, 2025

Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan, Lovely Daisy. Foto: ist

KOSADATA – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi siswa Sekolah Rakyat resmi dimulai pada 14 Juli 2025, bertepatan dengan awal tahun ajaran baru 2025/2026. Pemeriksaan dilakukan secara serentak di 72 Sekolah Rakyat dan telah menyasar sedikitnya 7.300 siswa.

 

Namun hasil awal program justru mengejutkan. Ditemukan sejumlah masalah kesehatan yang mengintai para pelajar, mulai dari karies gigi, gangguan penglihatan, hingga risiko penyakit jiwa.

 

"Mulai 14 Juli 2025, program CKG sudah dimulai berbarengan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sedikitnya 7.300 siswa sudah diperiksa kesehatannya," ujar Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan, Lovely Daisy, dalam keterangannya, dikutip Jum'at, 18 Juli 2025.

 

Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap 355 siswa di tiga Sekolah Rakyat—terdiri atas 175 siswa SMP dan 180 siswa SMA—sebanyak 52,11 persen di antaranya dinyatakan membutuhkan pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan dilakukan langsung di lingkungan sekolah sebagai bagian dari proses penapisan atau screening awal.

 

Masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan adalah gigi karies, yaitu sebesar 42,8 persen. Menyusul gangguan penglihatan (21,9 persen), gizi kurang (13,8 persen), prahipertensi (11,5 persen), anemia (10 persen), hipertensi (9,8 persen), hingga pradiabetes (5,6 persen). Tercatat pula risiko gangguan kesehatan jiwa pada 1,9 persen siswa.

 

"Jika ditemukan indikasi penyakit yang membutuhkan diagnosis lebih lanjut seperti talasemia atau diabetes, maka siswa akan dirujuk ke fasilitas layanan kesehatan seperti Puskesmas," jelas Daisy.

 

Pemeriksaan lanjutan, lanjutnya, mengharuskan siswa terdaftar dalam layanan BPJS Kesehatan. Namun, bagi


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0