Fransiscus Go. Foto: Ist
Pendidikan akan terus berlanjut. Melampaui pro dan kontra yang ada, pendidikan lebih kepada membentuk manusia. Jika manusia sudah dibentuk, maka apapun faktor luar yang mengitari hidup manusia—di antaranya AI—bisa dikondisikan demi perkembangan kualitas diri tanpa harus menggerus kepribadian seseorang. AI bisa berguna bagi orang yang berkualitas sekaligus bisa menjadi bumerang bagi yang kurang bijaksana. Jadi problemnya bukan pada pro dan kontra AI, melainkan pada kualitas diri seseorang. Mungkin Anda bisa menipu dengan AI untuk tugas-tugas sekolah dan kuliah, misalnya, tapi dalam kehidupan nyata akan terbukti bahwa Anda tidak belajar sungguh-sungguh. Karena kualitas diri dibina dari dalam, dan hanya orang-orang berkarakter yang bisa memperolehnya. Untuk dunia sekarang, orang pintar ada di mana-mana, namun orang berkarakter ungguh susah dicari dan memang merupakan hasil pendidikan yang penuh jerih payah.
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0