Musim hujan berpotensi merusak komponen mesin mobil saat menerjang banjir. Foto: Roojai
Biasanya kerusakan ini terjadi saat mobil memaksa menerjang banjir dan menghidupkan mesin dalam keadaan terendam. Karena itu, saat banjir sudah merendam mobil hingga setinggi kap maka jangan pernah menyalakan mesinnya.
Tujuan mematikan mesin mobil untuk meminimalisir terjadinya kerusakan seperti korsleting dan kerusakan lain di bagian kelistrikan mobil. Seperti diketahui, komponen kelistrikan menjadi bagian paling mudah mengalami kerusakan saat banjir karena genangan air masuk ke mesin dan membuat korsleting pada ECU.
Selain ECU, sparepart kelistrikan yang lain seperti kabel, starter, dinamo hingga aki dapat rusak dan membuat kebakaran jika dibiarkan begitu saja.
2. kerusakan di bagian eksterior dan interior
banjir juga dapat menimbulkan kerusakan pada bagian eksterior maupun interior mobil. Di bagian bodi mobil, air banjir yang merendam material logam dalam waktu lama dapat menimbulkan korosi sehingga karat yang merusak penampilan mobil.
Air banjir biasanya sudah terkontaminasi zat asam dan bahan kimia lain, sehingga korosi lebih cepat terjadi. Sementara itu, di bagian interior mobil, risiko paling mudah terjadi saat banjir adalah kerusakan di dashboard, jok, hingga karpet bagian bawah.
Meski dapat dikeringkan, interior di dalam mobil ini akan mengalami penurunan kualitas dan sulit dikembalikan seperti sebelum terkena banjir.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0