Enjang Tedi bertakjiyah ke rumah korban pembunuhan di bawah umur di Garut. Foto: ist
"Saya mengajukan, bila perlu di sekolah-sekolah yang bernaung di Disdik atau Kemenag harus diadakan IHT dan asesment di dampingi oleh para psikolog, karena pergaulan di luar sulit terkontrol," tandasnya.
Sebelumnya, Diketahui, seorang bocah asal Garut bernama Agum Gumelar berusia 13 tahun ditemukan meninggal dunia setelah dinyatakan hilang selama sepekan oleh keluarganya. Agum Gumelar ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa di pinggiran Sungai Cimanuk, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (3/11/2023).
Kapolres Garut, AKBP Rohman Yonky menuturkan, dari hasil penyelidikan, Agum Gumelar merupakan korban pembunuhan yang dilakukan teman sendiri yang masih berusia 12 tahun. Enjang Tedi pun menyampaikan bela sungkawa atas kejadian itu.
"Sebenarnya speechless, baca berita dan dengar kejadian kejahatan pembunuhan yg dilakukan anak di bawah umur ini terjadi di Garut. Turut belasungkawa dan duka mendalam utk kedua orang tua dan keluarga almarhum Agum Gumelar," katanya. ***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0